loading...

Kamis, 09 Juli 2020

siswa baru di kabupaten tegal masuk sekolah 13 juli | Makassar Info Berita Terbaru


Tegal - ‎Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akan kembali memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas pada 13 Juli 2020. Hanya siswa baru yang masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten‎ Tegal Akhmad Wasari‎ mengatakan aktivitas pembelajaran di SD dan SMP akan dimulai 13 Juli hingga 18 Juli 2020. Selama sepekan itu, hanya siswa baru atau yang duduk di kelas 1 SD dan kelas 7 SMP yang mengikuti pembelajaran.

"Siswa baru tersebut akan masuk selama satu minggu sebelum kami liburkan untuk melanjutkan tugas belajarnya dari rumah. Setelahnya, mereka akan masuk kembali sampai ada pengumuman berikutnya," kata Wasari, Kamis, 9 Juli 2020.

Wasari mengatakan aktivitas pembelajaran tersebut untuk mengenalkan pola pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sekaligus sebagai masa orientasi bagi siswa baru agar mengenal dan menyesuaikan dengan lingkungan lingkungan sekolahnya.

"Selain menjalani masa orientasi, juga ada pengurusan administrasi yang perlu dilakukan siswa. Pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan," ujar dia. 

‎Wasari menyatakan pihaknya juga sudah menyiapkan skenario pembelajaran dengan sistem bergilir yang akan diterapkan pada Agustus 2020. Di tingkat SD, siswa yang masuk mengacu pada urutan absensi di tiap kelas.

Selain menjalani masa orientasi, juga ada pengurusan administrasi yang perlu dilakukan siswa.

Wasari mencontohkan, jika dalam satu kelas jumlah siswanya ada 30 anak, maka di hari pertama hanya siswa dengan nomor absensi satu hingga 15 saja yang masuk. Kemudian di hari berikutnya, siswa dengan nomor urut 16 sampai 30 yang masuk.

"Sementara siswa dengan urutan absensi satu sampai 15 gantian belajar di rumah, begitu seterusnya," kata dia.

Sementara sistem shift di SMP akan diterapkan mengacu ‎kelas. Sebagai contoh, pada minggu pertama, siswa yang masuk hanya siswa kelas tujuh. Seluruh siswa yang masuk itu memanfaatkan ruang kelas yang ada di sekolah agar physical distancing bisa diterapkan. Adapun siswa kelas delapan dan sembilan belajar di rumah.

"Kemudian di minggu kedua gantian siswa kelas delapan masuk sekolah, sementara siswa kelas tujuh dan sembilan belajar di rumah. Berikutnya siswa kelas sembilan baru masuk di minggu ketiga saat siswa kelas tujuh dan delapan belajar di rumah," ucap Wasari.

Wasari menambahkan ‎skenario pembelajaran tatap muka dengan sistem bergilir itu diterapkan pada Agustus. Kepastiannya menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

"Kami akan segera berkomunikasi dengan Pak Bupati selaku Ketua Gugus Tugas," ujar Wasari.‎

Selain itu, sekolah juga harus lebih dulu mendapat restu dari komite sekolah. Siswa tidak dipaksa ikut pembelajaran tatap muka jika orang tua tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah.

"Siswa yang orang tuanya tidak mengizinkan tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Kami tidak akan memaksa kalau orang tua siswa tidak mengizinkan, karena itu juga bagian dari hak orang tua demi melindungi keselamatan putra-putrinya dari ancaman penularan Covid-19." ucapnya.

Hal itu juga berlaku bagi siswa yang kondisinya kurang sehat atau bahkan memiliki penyakit lain yang menjadikannya berisiko tinggi jika tertular Covid-19. "Siswa tersebut akan kami sarankan untuk belajar dari rumah," ujar Wasari. []

 Baca juga: 

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...