loading...

Kamis, 09 Juli 2020

Setiap Hari Minum Air Kelapa Muda, Ketua Pengadilan Negeri Sidrap Sembuh Dari Covid-19 | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id — Meskipun belum ada bukti kuat bisa menyembuhkan covid-19. Namun air kelapa muda dipercaya bisa menyembuhkan seseorang dari covid-19.

Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sidrap, Ernawaty Ridwan mengungkapkan pengalamannya sembuh dari covid-19 dengan setiap hari minum air kelapa muda.

"Selama saya diisolasi, setiap hari saya minum air kelapa muda. Alhamdulillah saya rasa itu juga menjadi salah satu terapi yang betul-betul memberikan saya proses pemulihan secara cepat," ungkap Ernawaty, di Makassar, Kamis 9 Juli 2020.

Ernawaty dinyatakan positif covid-19 pada bulan Juni 2020, berdasarkan hasil rapid dan swab test. Ia menjalani isolasi di Hotel Harper Makassar melalui program Duta Covid-19, yang merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk mengisolasi pasien covid-19 kategori orang dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala.

Selain mengkonsumsi air kelapa muda saat menjalani isolasi, Ernawaty juga mengkonsumsi madu dan berbagai jus.

"Kemudian setiap minum air putih, saya doakan semoga air minum yang kita minum itu molekul molekulnya berubah menjadi positif, jadi pikiran kita juga harus positif doanya juga positif, dengan harapan semoga virus yang ada di dalam tubuh kita keluarnya dari air kencing, keringat dan kotoran," jelasnya.

Ernawaty menjalani isolasi di Hotel Harper selama 11 hari, ia baru dinyatakan sembuh atau negatif dari covid-19, setelah keluar hasil test swab.

Ia mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan seperti, rajin menggunakan masker, menerapkan physical distancing dan menjaga kebersihan tangan.

"Kebersihan tangan itu penting, terutama perempuan berjilbab, kadang sedikit-sedikit tarik tarik maupun memperbaiki jilbab. Yang pakai kacamata juga sering menggosok matanya, jadi tangan kecenderungannya menyentuh wajah," ujarnya.

Ia juga meminta kepada pasien covid-19 untuk tidak malu mengumumkan dirinya, hal itu demi menyelamatkan banyak orang lain. Hal itu juga demi memutus mata rantai penularan. 

"Orang-orang yang statusnya covid-19, tidak perlu malu mengumumkan, karena itu bisa membantu pemerintah memutus mata rantai penularan. Kalau kita malu mengumumkan justru kita mencelakahkan orang lain. 

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kondisi pisikologis orang yang terpapar covid-19 itu butuh kekuatan mental. Kalau masyarakat tidak memberikan dukungan itu akan menjadi pukulan terberat bagi pasien covid-19. Jadi jangan dianggap hama," pungkasnya. 



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...