loading...

Jumat, 03 Juli 2020

pupr siap garap proyek lumbung pangan oktober 2020 | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan siap menggarap lumbung pangan nasional (food estate) pada Oktober 2020 di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk tahap pertama, tanah seluas 28 ribu hektar lahan dari total 148 ribu hektare (Ha) lahan siap garap akan diujicobakan untuk musim tanam Oktober-Maret.

"Kami sepakat 2020 (food estate) akan menjadi prioritas kerja. Harus menyiapkan itu karena musim tanamnya April-September dan Oktober-Maret. Kami mempersiapkan musim tanam Oktober-Maret," katanya di Kantor Kementerian PUPR pada Jumat (3/7).

Basuki menyebut pihaknya tengah memperbaiki saluran pengairan (water management) sebelum Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil alih dengan membangun saluran cacing di petak sawah, penggarapan pupuk, dan pembibitan.

Selain itu, proyek food estate juga melibatkan Kementerian Pertahanan yang bertugas menyalurkan tenaga kerja dibantu oleh Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebagai pengelola wilayah dan penduduk transmigrasi.

Sementara, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditunjuk sebagai penyedia pupuk garapan petani.

"BUMN mendukung kami tapi aktornya adalah Kementan, Kemenhan juga ditugasi Pak Presiden untuk membantu menyiapkan tenaga kerjanya karena akan dijadikan food estate yang modern, tidak manual tapi harus dengan skilled labours (pekerja terampil)," lanjut Basuki.

Dalam proyek food estate, Basuki memastikan petani akan menikmati hasil jerih payahnya sebab akan ada penambahan nilai dari hasil produksi. Ia menegaskan hasil panen yang dijual akan berupa paket siap jual di pasar dan bukan gabah.

Kementerian Pertanian dalam hal ini menggelontorkan dana kurang lebih Rp180 miliar demi memastikan adanya tambahan nilai pertanian yang dinikmati petani. Anggaran tersebut terdiri dari pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), saprodi (pupuk dan bibit), dan mesin penggilingan atau Rice Mulling Unit (RMU).

Dengan sistem pertanian modern, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakin pihaknya dapat menggenjot hasil produksi beras dari yang dihasilkan saat ini yaitu 2 ton -2,9 ton beras per Ha lahan menjadi 4 ton-5 ton beras per Ha lahan.

"Sampai dengan pascaproduksi, yang penting ada RMU, penggilingan, dryer (pengering), bahkan ada mesin packaging yang nanti langsung bisa menyentuh marketplace (pasar)," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/sfr)

Sumber : CNNindonesia.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...