loading...

Minggu, 05 Juli 2020

penjelasan pdam semarang soal naiknya tagihan air | Makassar Info Berita Terbaru


Semarang - Kenaikan tagihan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang membuat kaget pelanggannya. PDAM memberi penjelasan gamblang atas kenaikan tersebut.  

Protes pelanggan atas lonjakan tagihan air disampaikan langsung ke postingan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di akun Instagramnya. Padahal akun Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, memposting kegiatan menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-74 di Mapolrestabes Semarang, 1 Juli 2020. 

Salah satu protes datang dari pemilik akun Instragram @roynovaprasetyo. Ia menyampaikan keluhan naiknya tagihan air hingga tujuh kali lipat di bulan Juli. 

"Mas Hen, @pdamkotasemarang tagihane ngeri, kok melonjake nggak kira-kira, 7 x lipat, apa kejar setoran??? Bulan2 kemarin aja normal, sing lucu petugase lho, alesane pencatatan mandiri. Sosialisasi yo rak ono surat dari perumahanku, tiba-tiba tagihane iso 700 ribu. Rasane koyo di upercut masku keadaan yo koyo ngene njenengan ngertos piyambak," katanya di kolom komentar. 

Akun @ekalestari204 merasa heran atas lonjakan tagihan PDAM tersebut. Ia menyampaikan sebelumnya ada program diskon 20%, namun tagihan di Juli malah naik dua kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.  

Keluhan sama disampaikan akun @lianalily. "Mohon maaf pak saya ikut komplain masalah tagihan PDAM bulan Juni (yg harus dibayar Juli) melonjak 100% pak. Padahal tidak ada petugas pencatat, sudah ada byk komplain di @pdamkotasemarang. Sebagai informasi PLN sudah ada petugas pencatat dan tagihan PLN saya sudah normal kembali.. eh tagihan pdam yg g normal, apa diskon yg kemarin dianggap hutang pak?" tulis dia. 

Rata-rata pemakaian air pasti naik. Bisa dua kali lipat dari hari biasa. Nah, kalau itu terjadi selama tiga bulan, pasti lonjakannya kencang juga.

Atas banyaknya keluhan dan protes tersebut, langsung direspon oleh akun @pdamkotasemarang. Admin akun memberi penjelasan gamblang soal kenaikan tagihan. 

Bahwa selama tiga bulan, Maret, April, Mei, tidak dilakukan pembacaan meteran air pelanggan karena pandemi Covid-19. Pihak PDAM mengklaim sudah memberi sosialisasi agar pelanggan melaporkan catatan pemakaian air di meterannya lewat saluran informasi yang ada. 

Setelah dilakukan pengecekan riil pada Juni, ternyata tagihannya melebihi tagihan yang dihitung rata-rata di tiga bulan sebelumnya. Sehingga berdasar itu dilakukan penyesuaian atas kekurangan tagihan yang ada di bulan Juli. 

Penjelasan senada disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang Yudi Indarto. Ia menyatakan bahwa bulan Juni masih ada diskon 20 persen. 

Tagihan menjadi naik karena setelah dilakukan pengecekan riil pada Juni hasilnya tidak sama dengan tagihan di tiga bulan sebelumnya.  

"Nah, sekarang dibaca angka riil di meteran itu. Ternyata selama tiga bulan ini, kami me-charge-nya kepada pelanggan terlalu sedikit, itu saja sih sebenarnya masalahnya," tutur Yudi, Sabtu, 4 Juli 2020.

Yudi lantas mencotohkan semisal di meteran tercatat 2020, naik 20 kubik dibanding pemakaian air bulan sebelunya. Selama pendemi, pihaknya hanya menagih berdasar rata-rata bulanan pemakaian air, di kisaran 10-12 kubik. 

"Tinggal mengurangi dari apa yang sudah ditagih selama ini, sehingga ada lonjakan. Kalau rata-rata sebulan 20 kubik, ditagih 12 kubik kan masih sisa delapan kubik yang akan tertagih pada saat dibaca terakhir," ujar dia.

Penghitungan tersebut mengakibatkan pelanggan kaget. Dan PDAM sebenarnya telah memperkirakan bakal ada keluhan itu. Sebab selama di rumah saja, dipastikan aktivitas pemakaian air akan meningkat. 

"Misalnya bersih-bersih, sering mandi, siram-siram (tanaman), cuci motor, mobil, dan seterusnya. Rata-rata pemakaian air pasti naik. Bisa dua kali lipat dari hari biasa. Nah, kalau itu terjadi selama tiga bulan, pasti lonjakannya kencang juga," ucapnya.

Atas munculnya kesan kenaikan tagihan tersebut, PDAM juga memberi kelonggaran ke pelangan. "Sebetulnya kami juga kasihan, jadi misalnya sanggupnya dicicil, ya kami juga siapkan mekanisme cicil kok," katanya.

Selanjutnya, Yudi menyatakan akan memaksimalkan sosialisasi melalui lima cabang PDAM. "Akan dilakukan sosialisasikan pelan-pelan di masyarakat. Permasalahan keluhan, pelanggan kaget itu masuk akal. Kami juga akan sosialisasikan dengan forum komunikasi pelanggan kami," tutur dia. []

 Baca juga: 

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...