loading...

Minggu, 12 Juli 2020

Pemkot: Dana BTT Covid-19 Rawan Disalahgunakan untuk ‘Petugas Honor Siluman’ | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Makassar – Kepala Inspektorat Kota Makassar Zaenal Ibrahim menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengantisipasi terjadinya modus petugas honor siluman. 

Zainal mengungkapkan ada potensi penyelewengan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) yang dipakai dalam penanganan Covid-19 menerima honor Rp 75 ribu setiap harinya.

Dia menegaskan akan terus mengawasi penyaluran gaji para petugas honorer.

"Karena yang seperti itu tidak boleh terjadi, apalagi itu dana BTT yang di pakai, bisa fatal akibatnya," kata Zainal, Minggu, 12 Juni 2020.

Diketahui, petugas honorer sendiri di tempatkan di berbagai tempat, seperti di Posko Covid-19, di perbatasan pada saat PSBB dan kemudian sebagai pemeriksa Surat Keterangan bebas Covid-19 yang mulai berlaku pada Senin, Minggu, 12 Juli 2020.

Diperkirakan sekitar ratusan orang petugas dari berbagai instansi terkait yang menerima honor Rp.75 ribu setiap harinya. Sehingga peluang modus penyelewengan anggaran dengan memasukkan nama honor fiktif bisa saja terjadi.

Olehnya karena itu, Zainal mengimbau agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas tidak melakukan hal tersebut, sebab mereka sudah mendapat penghasilan melalui TPP.

"Kalau ada PNS berani berbuat begitu pasti kita akan dapat itu, akan kita telusuri itu, kita pasti usut, tidak ada boleh main-main apalagi itu BTT," tuturnya.

Menurut Zainal, hal itu merupakan tanggung jawab Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kepala Instansi terkait, sehingga dirinya meminta agar terus melakukan pemantauan terhadap anggotanya yang bertugas.

"Kalau kita dapati ada absennya setiap hari terus orangnya tidak pernah ada maka itu adalah temuan. Ada saatnya nanti kita lakukan pengusutan. Yah, paling kita minta fotonya saat dia bertugas, dan kita pasti bertanya ke orang-orang apakah dia selalu hadir bertugas atau tidak," tandasnya.

Zainal mengigatkan bahwa PNS maupun honorer yang kedapatan akibatnya akan fatal. 

"Karena itu sama saja masuk dalam kategori merugikan negara, dan akan diproses pidana," pungkasnya.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...