loading...

Sabtu, 11 Juli 2020

neno warisman tak masalah dicap radikal | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Bintang film era 80-an Neno Warisman bingung dengan cap radikal yang disematkan orang-orang kepadanya. Namun, perempuan 56 tahun yang kini menjadi pendakwah tersebut tak mempermasalahkan penilaian orang.

Hal itu diungkapkan Neno ketika berbincang dengan Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun dalam obrolan virtual yang diunggah dalam kanal YouTube Refly Harun.

Bermula ketika Refly berkelakar dengan kata "radikal" yang disebutkannya singkatan dari sebuah kalimat. "Radikal itu rahasia yang abadi dan kekal," tutur Refly.

Aku enggak apa-apa, sih. I don't mind.

Mendengar apa yang dikatakan Refly, Neno tertawa. Ia menilai Refly pintar membuat singkatan kata. Meski demikian, ia seperti disentil olah kata tersebut. "Abang jago. Seru! Kenapa sih aku dibilang radikal? Heran," tanya Neno.

Mengutip pendapat Noam Chomsky, Refly menjelaskan tentang teori tata bahasa generatif. Menurutnya, radikal dicap buruk atau baik tergantung dari persepsi orang memandang.

"Ada yang melihat bahasa dengan amelioratif, maknanya jadi bagus. Ada yang bilang peyoratif, yang maknanya nyungsep," kata Refly.

Refly Harun - Neno WarismanAhli Hukum Tata Negara Refly Harun ketika berbincang virtual dengan pendakwah Neno Warisman. (Foto: YouTube/Refly Harun)

Neno merespons Refly dengan santai. Ia menganggap seperti angin lalu penilian orang terkait cap radikal terhadap dirinya. "Aku enggak apa-apa, sih. I don't mind dibilang radikal," ujar Neno.

Pendakwah yang sempat mempopulerkan tembang Sebuah Obsesi ketika masih menjadi penyanyi itu lantas mengaku telah radikal sejak masih belia.

"Karena kan ketika lahir udah dikenalin laa ilaaha illallah, itu radikal banget, menolak semuanya dan menerima hanya satu. Itu radikal banget. Tapi ya sudah, so what?" kata Neno.

Refly merasa tergugah dengan jawaban Neno dengan kembali memberikan pertanyaan. Alasannya Neno yang mengaku mendapat pelajaran Islam sejak lahir tetapi sempat memilih sekolah Katolik untuk menuntut ilmu.

"Tapi kan menarik, dari umur 5 tahun diajari cerita-cerita Islam terus masuk sekolah agama lain, dan nyanyi Kulihat Cinta di Matanya," kata Refly.

"Dahulu Bunda Neno luar biasa, lincah sekali kalau bernyanyi," ujar Refly Harun disambut tawa dari Neno Warisman.

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...