loading...

Sabtu, 04 Juli 2020

korut merasa tak perlu melanjutkan dialog dengan as | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara merasa tak perlu melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat dan menganggap Presiden AS Donald Trump hanya menggunakan Korut sebagai alat politik.

Hal itu dinyatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui pada Sabtu (4/7), setelah mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton pada Kamis mengatakan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu lagi dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un Oktober mendatang.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga menyerukan pertemuan lain antara Kim dan Trump, dan menyatakan negaranya akan melakukan upaya untu mewujudkannya.

Namun Choe menepis kemungkinan pertemuan itu.

"AS keliru jika berpikir hal-hal seperti negosiasi masih akan berhasil untuk kita," kata Choe, seperti dikutip AFP.

Menurut Choe, Washington "menganggap dialog Korut-AS tak lebih dari alat untuk mengatasi krisis politik [di AS]."

Ia juga mengatakan bahwa Pyongyang sudah menyusun strategi untuk menangani ancaman jangka panjang dari AS.

Sementara itu, Bolton sebelumnya memang mengatakan bahwa Trump akan bertemu dengan Kim jika memang itu akan membantu peluang ia terpilih kembali dalam pemilu AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, Korut berulang kali mengeluarkan ancaman akan melakukan langkah militer terhadap Korsel, hingga meledakkan kantor penghubung antar-Korea. 

Kemarahan Korut ini bermula dari selebaran yang diterbangkan oleh para pembelot Korut yang kini berada di Korsel. Selebaran ini, menurut Korut berisi provokasi dan kebencian terhadap Kim Jong-un, hingga yang terakhir berisi hinaan terhadap istri Kim.

(stu)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : CNNindonesia.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...