loading...

Senin, 06 Juli 2020

kisah pria terbaring tiga tahun di gunungkidul | Makassar Info Berita Terbaru


Gunungkidul – Lasiyo, 45 tahun, warga RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah tiga tahun terbaring di atas tempat tidurnya. Tubuhnya lumpuh total dan tangan kirinya diamputasi karena kecelakaan kerja yang dialaminya.

Relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY, Sigit mengatakan kecelakaan kerja dialami Lasiyo saat menjadi buruh bangunan di Kota Yogyakarta. Saat itu dia sedang melakukan perbaikan instalasi listrik. "Syukur alhamdulillah, Allah memberi jalan hidup, walau kenyataan pahit harus ia terima, yaitu tangan kirinya harus diamputasi," katanya pada Senin, 6 Juli 2020.

Lasiyo saat memperbaiki instalasi listrik tak sengaja tangannya memegang kabel cukup lama. Kabel dengan aliran listrik berteganggan tinggi tinggi itu pun sempat menempel di tangannya sampai lengannya menjadi lengket. Beruntung seorang rekan kerja sesama buruh bangunan menolong. Lasiyo kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Walaupun bantuan tersebut tidak banyak, namun berharap dapat membantu ekonomi keluarga pak Lasiyo.

Nyawanya memang berhasil ditolong oleh medis. Namun syaraf-syaraf otaknya mati mengakibatkan tubuhnya lumpuh total. Lasiyo juga hanya bisa bicara sekedarnya. Untuk keperluan ke kamar mandi ia harus dibantu bopong anak dan istrinya.

Menurut Sigit, selama ini tetangga dan komunitas masjid setempat juga sudah beberapa kali memberi bantuan kepada keluarga Lasiyo. "Walaupun bantuan tersebut tidak banyak, namun berharap dapat membantu ekonomi keluarga pak Lasiyo," katanya.

Pria Lumpuh di GunungkidulRelawan dari ACT DIY saat berkunjung ke rumah Lasiyo di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.(Foto: Istimewa)

Pekan lalu tim relawan ACT DIY sempat berkunjung ke rumahnya di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul sekaligus menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis untuk keluarga Lasiyo. "Insya Allah kami akan mengupayakan bantuan lanjutan untuk pak Lasiyo, agar bisa meringankan beban hidupnya," katanya.

Lasiyo saat ini tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya. Keluarganya tergolong keluarga kurang mampu. Kini istrinya menjadi tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dari bertani sawah tegalan. Lahannya kadang ditanami kacang, jagung atau singkong.

Sukanti, istri Lasiyo, mengatakan, anak sulungnya sudah lulus SMA. Kini menjadi burug pabrik di Yogyakarta. Upahnya bisa untuk membantu ekonomi keluarga. "Sementara dua adiknya masih sekolah SD dan SMP," katanya. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...