loading...

Senin, 06 Juli 2020

kinerja emiten terkait jiwasraya hadapi t ... | Makassar Info Berita Terbaru


Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah emiten yang yang sebagian sahamnya terkait dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menghadapi tantangan kinerja.

Dari 10 emiten yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Jiwasraya, mayoritas saham bergerak di bidang keuangan, tambang, properti dan semen. Pada kuartal I/2020 saja, 5 perusahaan mengalami rugi, 2 perusahan laba bersih terkoreksi, 1 perusahaan tumbuh dan sisa 2 belum menerbitkan laporan keuangan.

PT Semen Batu Raja Tbk. (SMBR) adalah salah satu portofolio Jiwasraya mengalami kenaikan rugi bersih hingga Rp64,16 miliar berbalik dari posisi laba pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,16 miliar.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Annisa Septiwijaya menilai permintaan semen pada semester II/2020 akan terkoreksi. Pasalnya, sektor properti yang menjadi konsumen utama tengah menghadapi kesulitan penjualan produk.

Selain itu, sektor konstruksi pun mengalami hambatan dalam pembangunan. Hal itu makin diperparah dengan PSBB yang membuat distribusi produksi menjadi terhambat.

"Ada kemungkinan realisasi produksi SMBR akan lebih rendah daripada tahun lalu karena 1 pabrik ditutup," katanya kepada Bisnis pada Senin (6/7/2020).

Meski demikian, Annisa memproyeksikan semester II/2020 kinerja perseroan dapat lebih baik bila status kenormalan baru tetap dipertahankan. Hal ini akan menjadi pendorong bagi sektor properti dan konstruksi untuk menaikkan permintaan semen.

Selain SMBR, PT PP Properti Tbk. (PPRO) adalah 1 dari 10 perusahaan yang masuk dalam portofolio Jiwasraya. Pada kuartal I/2020, PPRO membukukan laba bersih Rp26,38 miliar turun 50,40 persen dari posisi Rp53,19 miliar pada kuartal I/2019.

Tabel Kinerja Emiten terkait Jiwasraya

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan permintaan properti mengalami penurunan yang cukup tajam pada kuartal I/2020. Namun, seiring dibukanya kembali ekonomi menyebabkan pasar propert kemungkinan menggeliat.

"Di Indonesia terdapat sekitar 80 juta millenial yang tentunya membutuhkan rumah, sehingga outlook untuk properti bisa membaik ketika Covid-19 mulai menunjukkan trend penurunan dan harga komoditas meningkat," katanya.

Dia menambahkan untuk sektor keuangan tahun ini akan menjadi tahun yang cukup menantang karena NPL (Non Performing Loan) diperkirakan akan meningkat akibat Covid-19. Hal ini, kata Frankie, menyebabkan banyak emiten perbankan yang mengalami underperformance dibandingkan dengan IHSG.

"Tetapi untuk saat ini dengan permodalan bank di Indonesia yang dapat dikatakan masih baik dengan CAR [Capital Adequacy Ratio] di 22,08 persen, maka sektor perbankan memiliki outlook yang cukup menarik," katanya.

Sebagai informasi, Jiwasraya memiliki sebagian saham di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) yang bergerak di sektor keuangan. Perseroan mencetak laba bersih Rp416,61 miliar turun 0,70 persen secara tahunan.

Konten Premium Masuk / Daftar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.


Sumber : Bisnis.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...