loading...

Minggu, 05 Juli 2020

kharisma andika perkasa, fadjar prasetyo, yudo margono | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Pakar intelijen Stanislaus Riyanta menilai Kepala Staf TNI Angkatan Darat Andika Perkasa paling cocok menggantikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Kepala Staf TNI Angkatan Udara Fadjar Prasetyo dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Yudo Margono juga layak menjadi Panglima TNI, tapi melihat kebutuhan saat ini dan ke depan, kata Stanis, Andika Perkasa paling tepat.

"Kalau saya sendiri memang menjagokan Andika Perkasa, karena Andika mempunyai latar belakang intelijen yang sangat kuat. Kemudian ia juga lama penugasan di luar negeri. Perspektif ke depan, ancaman ke depan, kita itu membutuhkan pemimpin-pemimpin sektor pertahanan keamanan yang mengetahui intelijen. Karena pertama, ancaman-ancaman ke depan itu adalah ancaman-ancaman asimetris yang arahnya tidak jelas, perlu intelijen yang baik," ujar Stanislaus kepada Tagar, Senin, 22 Juni 2020.

Kedua, lanjut Stanis, "Kita berada di tengah situasi perang antara Amerika dan China, perang dagang, kita tahu kita terlalu disorot dekat dengan China saat ini. Nah, Andika Perkasa ini mempunyai rekam jejak, dia lama berada di Amerika, pasti dia punya networking yang baik dengan Amerika. Ada pertimbangan bahwa kita harus membangun hubungan baik dengan Amerika, tentu Andika Perkasa akan menjadi pilihan, seperti pilihan Panglima TNI pengganti Hadi Tjahjanto."

Ditanya tentang kelemahan Andika Perkasa, Stanislaus mengatakan, "Kalau soal kelemahan pasti plus-minus ya. Andika lama di luar negeri, pasti ada karier di dalam negeri yang tidak seperti teman-temannya, mungkin studinya juga lama di luar negeri. Kemudian Andika ini lama di intelijen, karier orang di bidang intelijen itu biasanya memang tidak tampak, tidak dilihat orang, jadi memang tidak tersorot. Tapi saya kira dari sisi kapasitas kapabilitas, Andika cukup mumpuni untuk menjadi Panglima TNI."

Siapa pun kepala staf, darat, laut, udara, kata Stanis, "Itu pasti sudah pantas menjadi panglima, siapa pun kepala staf, karena memang syaratnya menjadi kepala staf, sudah teruji, untuk menjadi panglima, cuma dilihat dari pertimbangan kebutuhan saat ini, saya kira Andika paling cocok."

Cuma hambatan Andika, kata Stanis, "Adalah memang usia masa kerja yang pendek. Kalau mau memaksimalkan Andika, ya mungkin jalan satu-satunya adalah Hadi dipercepat."

Soal Andika Perkasa menantu Hendropriyono, ini bukan faktor yang membuat karier Andika cepat melesat, kata Stanis. "Saya justru berpikir terbalik. Hendropriyono tentu memilih menantu yang berkualitas. Waktu dulu menyetujui putrinya dipinang, tentu memilih yang berkualitas. Andika memang sudah berprestasi, makanya bisa menjadi menantu Hendropriyono. Seperti itu." 

Kita berada di tengah situasi perang antara Amerika dan China, perang dagang, kita tahu kita terlalu disorot dekat dengan China saat ini. Nah, Andika Perkasa ini mempunyai rekam jejak, dia lama berada di Amerika, pasti dia punya networking yang baik dengan Amerika. 

Baca juga: Profil Andika Perkasa, Calon Pengganti Hadi Tjahjanto

Andika PerkasaJenderal Andika Perkasa. (Foto: Instagram/indonesiahebatkeren)

Masa Pensiun Andika Perkasa

Panglima TNI Hadi Tjahjanto masih lama memasuki usia pensiun. Ia berulang tahun ke-58 pada 8 November 2021. "Sekitar akhir tahun depan. Jadi kalau saat ini ada perbincangan tentang pergantian panglima, orang Jawa bilang gege mongso, mendahului atau terburu-buru. Tapi memang dimungkinkan ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, yang itu menjadi hak prerogatif Presiden, ada pergantian panglima yang dipercepat."

Stanislaus memprediksi apabila terjadi pergantian panglima dipercepat, "Pelaksanaannya tidak akan mendahului pilkada, karena pilkada nanti itu merupakan suatu peristiwa politik yang perlu kerja keras TNI, Polri, apalagi masa pandemi Covid-19 ini. Jadi kalau misalnya ada penggantian Panglima TNI, atau Kapolri, itu pasti setelah pilkada. Paling cepat perkiraan saya itu awal tahun depan, atau mungkin tepat waktu pada bulan November."

Stanislaus memaparkan waktu pensiun Andika Perkasa, Fadjar Prasetyo, dan Yudo Margono. "Nah, kalau kita melihat usia, Fadjar Prasetyo itu nanti pensiun pada 2024, Yudo Margono tahun 2023, dan Andika pada 2022. Andika punya masa jabatan paling pendek jika dia menjadi panglima, dan Hadi pensiun tepat waktu."

Tapi itu bukan suatu halangan, kata Stanis. "Jika Hadi dipercepat mendahului usia pensiun, kans Andika itu besar untuk menjadi panglima, karena saat ini memang pertimbangan-pertimbangan seperti konsolidasi untuk TNI, Polri, kemudian konsolidasi Presiden dan Angkatan Darat, itu sangat penting, apalagi ini tahun politik sangat kuat. Jadi Andika itu dianggap sebagai figur yang nanti bisa mengkonsolidasi lembaga-lembaga pemerintah, TNI, Polri, sehingga visi misi Presiden itu jadi satu."

Baca juga: Profil Fadjar Prasetyo, Calon Pengganti Hadi Tjahjanto

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar PrasetyoKepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. (Foto: Wikipedia)

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Pasal 4, menyebutkan bahwa Panglima TNI dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan dan atau pernah menjabat kepala staf.

Nah, kata Stanislaus, "Itu memang ada norma yang seharusnya bergiliran. Sejak reformasi kita sudah mengalami 8 kali Panglima TNI, dua dari TNI Angkatan Laut, kemudian dua dari Angkatan Udara, dan empat dari Angkatan Darat. Memang porsi dari Angkatan Darat lebih besar karena kalau kita lihat jumlahnya memang lebih besar, dan banyak pertimbangan dari presiden. Nah, dalam tiga kali pergantian panglima ini, terakhir memang Angkatan Darat lebih dominan, yaitu Moeldoko yang tahun 2015 digantikan Gatot Nurmantyo, dan Hadi Tjahjanto kemarin dari Angkatan Udara."

Stanis menjelaskan bisa saja Presiden mengangkat seseorang menjadi Panglima TNI walau ia usianya melebihi usia pensiun, di atas 58 tahun. "Jika ada suatu peristiwa ordinary khsusus, atau memang dia mempunyai keahlian khusus yang dibutuhkan saat itu, bisa saja. Tetapi kalau misalnya tidak ada peristiwa khusus, sementara yang menggantikan juga ada, cara itu tidak akan dipilih biasanya. Kecuali misalnya saat ini kondisi dalam genting, ada aksi perang teror, kemudian panglimanya ahli teror dan hanya dia, nah itu bisa diperpajang. Tapi kalau situasi biasa, normatif, penggantinya juga sudah siap, saya kira tetap sesuai peraturan."

Kita harus melihat, kata Stanis, "Bahwa TNI itu organisasi yang sangat solid, kaderisasinya sangat baik. Mungkin di lembaga-lembaga negara kita, yang paling baik kaderisasi adalah TNI. Kaderisasi dari pangkat terendah itu sudah disiapkan. Jadi saya kira tidak ada alasan tidak ada pengganti atau diperpanjang. Soal usia, regulasi, itu biasanya tidak akan dilanggar oleh Presiden."

Baca juga: Profil Yudo Margono, Calon Pengganti Hadi Tjahjanto

Yudo MargonoLaksamana Yudo Margono. (Foto: kolinlamil.tnial.mil.id)

Fadjar Prasetyo Vs Yudo Margono

Stanislaus menilai Fadjar Prasetyo dan Yudo Margono dengan keunggulannya masing-masing. "Marsekal Fadjar Prasetyo ini masih normatif, semua, prestasinya baik, normatif, sebagai seorang Kasau itu kan pasti dia lebih daripada yang lain, sehingga diangkat sebagai Kasau."

Yudo Margono, "Juga baik. Apalagi akhir-akhir ini, kemarin ketika kita mengungsikan warga negara Indonesai dari Wuhan ke Tanah Air, ini kan Yudo cukup berperan aktif."

Jadi ketiga-tiganya, Andika, Fadjar, dan Yudo. "Mempunyai keunggulan masing-masing. Hampir tidak ada rekam jejak yang negatif. Mereka semua siap jadi panglima TNI. Saya kira yang jadi pertimbangan ke depan hanya siapa yang paling cocok."

Kalau kita cari negatifnya, "Tidak mungkin ada orang yang mempunyai track record negatif, dia akan menjadi kepala staf. Tidak mungkin."

Ke Mana Hadi Tjahjanto

Hadi TjahjantoPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Baca juga: 4 Kriteria Panglima TNI Suksesor Hadi Tjahjanto

Plus minus Hadi Tjahjanto, kata Stanis, "Karena Hadi mungkin dari Angkatan Udara. Tapi bagusnya TNI, meskipun dia dari angkatan lain, atau beliau lebih muda, atau lebih junior, ketika itu menjadi panglima, pemimpin tertinggi, pasti semua akan taat dan hormat."

Stanislaus mengatakan banyak tempat untuk Hadi Tjahjanto setelah nanti tidak jadi Panglima TNI. "Hadi Tjahjanto adalah seorang pekerja keras dan panglima cukup baik. Saya kira banyak tempat untuk Hadi. Siapa tahu justru nanti... kita kan melewatkan isu reshuffle kabinet ini, gara-gara Covid-19 ini, karena Jokowi kan sempat bilang akan dievaluasi-dievaluasi, mungkin dianggap tidak pas jika di masa pandemi Covid-19 ada reshuffle kabinet."

Dugaan Stanis, "Kalau nanti pergantian Panglima TNI dipercepat, itu pasti nanti berbarengan dengan reshuffle kabient, kemungkinan malah Hadi bisa masuk ke bursa menteri atau, karena Hadi adalah orang yang lurus, cukup lurus dan pekerja keras, hampir tidak ada masalh dengannya. Kinerja Hadi cukup baik, Hadi turun ke lapangan, kemudian dia memang benar-benar pekerja keras, dan hubungan dengan Presiden juga baik, melakukan konsolidasi dengan cukup baik."

Stanis mengatakan terlalu sayang apabila misalnya Hadi Tjahjanto cuma jadi duta besar. "Nah, mungkin ada faktor-faktor lain yang membuat situasi politik kemarin ada plus-minus. Kita tahu sendiri bahwa kemarin cukup panas, tapi saya kira Hadi sudah berbuat yang terbaik. Hadi itu kalau misalnya mau ditempatkan di mana, banyak jabatan yang cocok untuk beliau, saya kira. Kalau duta besar terlalu ren... terlalu anulah, terlalu sayang untuk Hadi, banyak pos yang lebih baik."

Siapa Dipilih Jokowi

JokowiPresiden Jokowi bersama tiga kepala staf yang berpeluang menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Yaitu Kasad Andika Perkasa, Kasau Fadjar Prasetyo, dan Kasal Yudo Margono. (foto: Twitter/@jokowi)

Baca juga: Jokowi dan 3 Sosok Berpeluang Ganti Hadi Tjahjanto

Siapa dipilih Jokowi untuk menggantikan Hadi Tjahjanto, apakah Andika, Fadjar atau Yudo. Stanislaus mengatakan Jokowi satu-satunya pejabat pemimpin negara yang sudah ditebak sebenarnya.

"Mulai dari Kapolri dulu sudah ditebak, kemudian Panglima TNI Hadi ini, kemudian menteri-menteri bisa ditebak. Tetapi saya melihat kebutuhan negara ke depan, terkait TNI. Pertama, adalah konsolidasi. Konsolidasi ini penting karena kita melihat peristiwa politik yang kemarin itu cukup keras dinamikanya, cukup kuat, sehingga perlu ada konsolidasi yang baik. Apalagi isu-isu yang sedang naik, isu komunis, isu China, kemudian perang dagang Amerika-China, ini cukup kuat."

Jadi banyak pertimbangan, kata Stanis, "Kalau saya melihat, saya menyarankan memang Andika yang terbaik, yang paling tepat untuk mengisi jabatan Panglima TNI ke depan."

Tonton video berikut ini, perbincangan Tagar dengan pakar intelijen Stanislaus Riyanta tentang siapa paling tepat menggantikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

[embedded content]

Baca juga:

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...