loading...

Minggu, 05 Juli 2020

holding rs bumn, erick: biar berobat di negeri sendiri | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali melakukan aksi korporasi, yakni penggabungan (holding) rumah sakit BUMN tahap kedua. Rencana holding rumah sakit pelat tersebut, menurutnya bakal meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. 

"Penggabungan ini akan menerapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di jaringan rumah sakit anggota holding seluruh Indonesia, dan hal itu identik dengan peningkatan pelayanan dan sekaligus meningkatkan keahlian para expert," ucapnya beberapa waktu lalu. 

Dengan kata lain, kata Erick pihaknya mendorong rumah sakit milik bangsa Indonesia meraih kepercayaan masyarakat Indonesia untuk memilih berobat di RS negeri sendiri, dibanding ke luar negeri. Maka dari itu, RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha sebesar Rp 4,5 triliun dengan total aset mendekati Rp 5 triliun.

Adapun penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat antara PT Pertamina Bina Medika IHC dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN dilaksanakan di Mandiri Club Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 30 Juni 2020.

Tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN yang tanda tangan di antaranya sebagai berikut.

  1. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika.
  2. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan.
  3. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra.
  4. PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.
  5. PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika.
  6. PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika.
  7. PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah.

Tahap awal roadmap pembentukan Holding RS BUMN telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk Grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang dipimpin oleh Pertamedika IHC, bagian dari grup PT Pertamina (Persero).

Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi oleh PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya. Pertamedika IHC telah memiliki saham mayoritas atas salah satu RS BUMN RS Pelni.

RS Pelni memiliki kinerja operasional dan keuangan yang sangat baik karena memiliki kekuatan utama di bidang digitalisasi layanan berbasis Information Technology serta memberi pelayanan BPJS terbaik dan terbesar di Indonesia. 

Saat ini grup BUMN rata-rata memiliki dua sampai empat rumah sakit, dengan posisi sebaran cenderung terkonsentrasi pada satu wilayah seperti Jawa Timur untuk grup PTPN X–XII dan Pelindo 3 atau wilayah Bangka Belitung untuk grup Timah.

Jumlah rumah sakit yang akan dikelola dalam grup IHC ini akan meningkat dari sebelumnya 14 RS menjadi total 35 RS dan akan terus bertambah setelah selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN. Konsolidasi 35 RS ini akan meningkatkan kapasitas grup IHC dengan jumlah lebih dari 4.500 tempat tidur di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat berkomitmen seusai fase holding kedua rumah sakit milik BUMN, pihaknya akan segera menyelesaikan fase ketiga dalam waktu dekat ini. Sehingga nanti, Indonesia Healthcare Corporation akan menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia.

"Value of Synergy and Value of Creation yang tercipta dalam proses konsolidasi ini akan menciptakan peluang besar pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dari Healthcare Industry Sector", tuturnya. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...