loading...

Minggu, 05 Juli 2020

donald trump sindir pendemo black lives matter | Makassar Info Berita Terbaru


Mataram - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sindir pendemo yang terlibat dalam aksi protes Black Lives Matter dengan menyebut mereka kelompok fasis kiri. Pernyataan tersebut dilontarkan Trump kala memberi sambutan pada perayaan hari kemerdekaan AS, Fourth of July.

Jika Anda tidak berbicara dalam bahasa mereka, mengikuti ritual mereka, dan menuruti tuntutan mereka, Anda akan disensor.

"Kita sekarang dalam proses mengalahkan kaum radikal kiri, kaum anarkis, para agitator, para penjajah, dan orang-orang yang, dalam banyak hal, sama sekali tidak tahu apa yang mereka lakukan," ujar Trump mengutip BBC, Sabtu, 4 Juli 2020.

Pada kesempatan yang sama, Trump menyebut para pendemo aksi protes yang pecah pasca kematian George Floyd itu sebagai kelompok radikal yang menginginkan revolusi kebudayaan.

"Jika Anda tidak berbicara dalam bahasa mereka, mengikuti ritual mereka, dan menuruti tuntutan mereka, Anda akan disensor, diusir, dimasukan ke dalam daftar hitam, dipersekusi, dan dihukum. Tidak, itu takkan terjadi pada kami," ucapnya.

Sebelumnya, Trump juga membahas soal seruan untuk menghancurkan monumen Konfederasi yang dianggap sebagai representasi ketidakadilan sosial dan rasisme terhadap warga Afrika-Amerika oleh para pendemo Black Lives Matter.

Menurut presiden ke-45 AS itu, penghancuran monumen tersebut merupakan upaya menghapus sejarah, mengindoktrinasi generasi penerus, dan menginjak-injak kebebasan warga AS. Trump mengatakan, tidak akan membiarkan nilai, sejarah, dan budaya AS, dirampas oleh oknum dalam aksi Black Lives Matter.

"Dalam beberapa minggu terakhir, di tengah gelombang protes di seluruh penjuru AS, banyak monumen yang jadi korban vandalisme atau dihancurkan... Menghancurkan sebuah monumen sama dengan menodai warisan kebudayaan kita," katanya.

Meneruskan catatan CBS News, Trump mengumumkan akan segera membangun "Taman Nasional Pahlawan Amerika" guna melindungi patung tokoh-tokoh AS dari serangan para pendemo. Trump berharap taman tersebut dapat terealisasi setidaknya pada perayaan hari kemerdekaan AS 2026.

"Beberapa pemerintah daerah meresponnya dengan menurunkan monumen tersebut," imbuh Trump. Pemerintahan saya takkan membiarkan serangan tersebut menghapus memori kolektif kita," ujar Trump. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...