loading...

Senin, 13 Juli 2020

daftar investasi mangkrak rp410 t yang dieksekusi bkpm | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim telah menyelesaikan Rp410 triliun investasi mangkrak dari total potensi investasi sebesar Rp708 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan total investasi yang telah direalisasikan tersebut berasal dari beberapa perusahaan asing.

"Waktu saya masuk ke BKPM ada Rp708 triliun investasi yang mangkrak, ini adalah investasi yang sudah masuk di Indonesia ada yang 2 tahun, ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun ada yang 7 tahun," ujar Bahlil dalam webinar yang digelar INDEF, Senin (13/7).

Pertama, investasi pengembangan kilang antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan asal Rusia Rosneft dengan nilai mencapai Rp211 triliun. Kedua, investasi PT Vale Indonesia sebesar Rp39,2 triliun yang terhambat izin Amdal dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Ketiga, investasi Hyundai Rp21,7 triliun untuk membangun pabrik mobil dan baterai mobil listrik di kawasan industri Deltamas, Bekasi, Jawa Barat. Bahlil mengatakan, investasi Hyundai tersebut mangkrak hanya lantaran lamanya proses pemberian insentif libur pajak (tax holiday).

"Waktu itu insentif fiskal belum ada di BKPM, saya langsung kasih persetujuan (ke Hyundai). Ditanya sama Kementerian Keuangan kenapa enggak berkoordinasi? Saya bilang nanti dia (Hyundai) pergi ke Malaysia," ucap Bahlil.

Keempat, investasi PT Nindya Karya sebesar Rp9,5 triliun. Investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan Light Rail Transit (LRT) Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Terminal Satelit Jineng.

Kelima, investasi PT Galempa Cahaya Bersama Rp2 triliun yang mangkrak akibat terhambat izin operasinya dari Kabupaten Empat Lawang. Keenam, investasi PT Sumber Mutiara Indah Perdana sebesar Rp1,8 triliun untuk pembangunan pabrik gula di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Ketujuh, investasi Lotte Chemical senilai Rp61,2 triliun yang tak kunjung terealisasi karena masalah tumpang tindih lahan. Kedelapan, investasi YTL Power (Tanjung Jati Power) sebesar Rp38 triliun yang sempat mangkrak karena tidak terbitnya rekomendasi SJKU dari Kementerian BUMN.

Kesembilan, investasi Kobexindo senilai Rp14 triliun. Kesepuluh, investasi Tenaga Listrik Bengkulu sebesar Rp5,2 triliun yang sempat macet karena terhentinya proses izin penyimpanan limbah berbahaya. Kesebelas, investasi Masdar Rp1,8 triliun yang tertunda karena belum selesainya proses perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PLN.

Keduabelas, investasi Minahasa Cahaya Lestari Rp1,8 triliun yang tak kunjung terealisasi karena belum terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ketigabelas, adalah investasi pembangunan pabrik Malindo Feedmil Rp1,1 triliun di Lampung.

[Gambas:Video CNN]

Sisanya, sebesar Rp1,4 triliun adalah investasi dari beberapa investor dengan nilai miliaran rupiah.

Menurut Bahlil, proyek investasi mangkrak juga disebabkan oleh tumpang tindihnya aturan di berbagai daerah. Namun, menurutnya, hal tersebut wajar terjadi karena aturan otonomi daerah yang dijamin oleh undang-undang.

"Ada aturan tumpang tindih antara bupati gubernur dan pusat, tapi apakah mereka salah? Enggak salah. Karena di dalam undang-undang mereka punya wewenang otonomi daerah," tandasnya.

(hrf/sfr)

Sumber : CNNindonesia.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...