loading...

Minggu, 12 Juli 2020

covid 19 di seluruh dunia jumlahnya lebih 13 juta | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta – Pandemi atau wabah virus corona baru (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) benar-benar tak terbendung. Laporan situs independen, worldometer, tanggal 13 Juli 2020, pukul 07.02 WIB, menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 13.026.973 dengan 571,076 kematian dan 7.575.208 sembuh.

Itu artinya pandemi Covid-19 yang dilaporkan oleh 211 negara dan teritori dan 2 kapal pesiar mewah hanya butuh 196 hari sejak Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menerima laporan tentang virus yang menyebabkan pneumonia di Wuhan, China, 31 Desember 2019.

Dunia bergeming karena menganggap pandemi hanya akan berkecamuk di China dan selanjutkan ke Korea Selatan (Korsel). Selain dekat dengan China ternyata Korsel jadi tujuan utama pelacong asal China. Maka, hampir semua negara mengabaikan kemungkinan terjadi pandemi di negaranya.

Padahal, kasus harian Covid-19 di China tidak besar. Tanggal 4 Februari 2020 China laporkan kasus baru harian sebanyak 3.884. Kasus harian turun tapi terjadi puncak laporan pada tanggal 12 Februari 2020 sebanyak 14.108. Namun, hari-berikutnya kasus turun bahkan sering tidak ada laporan harian. Sejak akhir Juni 2020 mulai terdeteksi kasus baru dalam bilangan 1 dan 2 digit. China mengisolir daerah yang malaporkan kasus baru. Data terakhir menunjukkan kasus Covid-19 di China 83.594 yang menempatkan China di peringkat ke-23 dunia.

Begitu juga dengan Korsel. Laporan harian kasus terbanyak tanggal 29 Februari 2020 sebanyak 813 dan tanggal 3 Maret 2020 sebanyak 831. Tapi, laporan harian terus turun bahkan sering tidak ada laporan harian kasus baru. Tapi, sejak akhir Juni 2020 mulai terdeteksi kasus baru dalam bilangan 1 dan 2 digit. Korsel kembali menutup sekolah yang terlanjur dibuka ketika tidak ada laporan kasus harian baru. Data terakhir menunjukkan kasus Covid-19 di Korsel 13.417 yang menempatkan Korsel di peringkat ke-64 dunia.

Lihat saja Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump justru sesumbar bahwa virus corona tidak punya kesempatan menginfeksi warganya (11 Maret 2020). Padahal, ketika itu sudah banyak kasus infeksi virus corona di AS. Seakan 'senjata makan tuan' AS terus bertahan di puncak pandemi Covid-19 global dengan 3.413.079 kasus dan 137.782 kematian. Jumlah kematian ini terbanyak di dunia.

Begitu juga dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan negaranya bisa menghadang pandemi Covid-19 karena di awal-awal pandemi kasus harian di Negeri Beruang Merah itu sedikit. Tapi, laporan terakhir menunjukkan jumlah kasus Covid-19 di Rusia 727.162 yang menempatkan negara itu di peringkat ke-4 dunia.

Sedangkan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menyebut infeksi virus corona hanyalah 'flu ringan' sehingga infeksinya tidak akan seburuk virus flu. Maka, kini Brasil jadi episentrum Covid-19 di Amerika Selatan dengan jumlah kasus 1.866.176 dengan 72.151 kematian. Jumlah kasus dan kematian ini menempatkan Brasil di peringkat ke-2 dunia.

Yang mengejutkan adalah India yang diawal pandemi juga melaporkan kasus harian yang kecil. Tapi, sekarang India ada di peringkat ke-3 dunia dengan 879.466 kasus.

Selain itu Peru dan Chili juga benar-benar mengejutkan karena dua negara ini yang di awal pandemi hanya malaporkan kasus yang sedikit, tapi sekarang Peru di peringkat ke-5 dunia dengan jumlah kasus 326.326, dan Chili di peringkat ke-6 dunia dengan 315.041 kasus.

Laporan menunjukkan 22 negara menyalip China dalam jumlah kasus positif Covid-19, sedangkan Korsel dilewati 63 negara, termasuk disalip Indonesia yang melaporkan 75.699 kasus positif Covid-19. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...