loading...

Minggu, 28 Juni 2020

Tugasnya Awasi Lembaga Keuangan, Pegawai OJK Malah Tersangka Kasus Jiwasraya | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Jakarta – Pihak yang terlibat dalam kasus Jiwasraya makin meluas. Kini, Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus Jiwasraya, salah satunya adalah pejabat Otoritas Jasa Keuangan atau OJK di bidang pasar modal.

Menjadi banyak pertanyaan kenapa pejabat OJK itu bisa ditetapkan sebagai tersangka, karena justru data-data kasus transaksi efek di Jiwasraya justru banyak dipasok dan dibuka oleh OJK.

Disebutkan, OJK malah sangat membantu Kejaksaan Agung untuk membaca aliran dari transaksi-transaksi efek yang terhitung rumit dalam kasus ini.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee mengatakan, secara umum upaya OJK meningkatkan governance sektor jasa keuangan khususnya pasar modal sudah bagus seperti perizinan investasi dan lain sebagainya.

"Saya tidak banyak komentar terkait hal ini (kasus Jiwasraya) tapi sejauh ini kebijakan OJK di pasar modal untuk menumbuhkan rasa kepercayaan investor sudah juga baik dengan peningkatan jumlah investor yang signifikan. Adanya aturan trading hold, autoreject, asimetris, buyback saham tanpa RUPS, relaksasi aturan jadi sudah cukup baik," terang Hans dalam keterangannya, Minggu 28 Juni 2020 dikutip dari suaracom.

Menurutnya saat ini pasar modal masih membutuhkan bantuan dan dukungan dari otoritas di tengah pandemi Covid-19 dan OJK sudah melakukan pengawasan dan pengaturan dengan baik.

"Tetapi masalah pandeminya datang dari luar masuk ke Indonesia, kemudian Indonesia juga bermasalah pada kesehatannya kemudian industri keuangan karena kekhawatirnya saja karena memang fluktuasinya saja," katanya.

Sementara Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Muhammad Faiz Aziz menambahkan selama ini OJK yang baru beroperasi penuh pada 2014, sudah mampu berbenah diri dalam waktu cepat, sehingga bisa menunjukkan kembali pengawasan dan penegakan hukum yang baik yang mendatangkan kembali kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.

"Dalam konteks pencegahan, OJK bekerja baik karena sejumlah perundangan-undangan setingkat OJK pasca-beralih dari pengawas pasar modal ke OJK banyak sekali peraturan yang diterbitkan dalam rangka pencegahan, menyusun tata kelola yang baik bagi seluruh perusahaan dan pihak pasar modal, baik lembaga penunjang atau profesi penunjang. Namun adanya kasus ini akan menjadi pekerjaan besar implementasi pengawasan yang bersangkutan," kata dia.

Dia juga menyebut kinerja OJK di tengah pandemi sudah tepat yang berimbas positif pada pasar modal dan sektor jasa keuangan lainnya. Misal relaksasi lembaga keuangan sudah ada, bisa menunjang pemulihan dampak ekonomi terkait Covid-19.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...