loading...

Minggu, 21 Juni 2020

Selain Shin Tae-yong, Dua Pelatih Asing Timnas Indonesia Ini Juga Pernah Bermasalah | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Jakarta – Pecinta sepak bola Tanah Air beberapa waktu lalu dihebohkan dengan konflik perselisihan antara Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dengan PSSI.

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu berselisih dengan federasi tertinggi sepak bola Indonesia lantaran pernyataannya di salah satu media Korea Selatan yang dinilai telah melukai harga diri bangsa.

Pernyataan Shin Tae-yong yang disampaikannya kepada media asal Korsel tersebut cukup membuat polemik yang turut melibatkan PSSI dan Indra Sjafri.

Bahkan, sempat beredar kabar bahwa Shin Tae-yong terancam dipecat dari kursi pelatih Timnas Indonesia jika tidak kunjung datang ke Indonesia.

Selain Shin Tae-yong, sejumlah nama mantan pelatih Timnas Indonesia berkebangsaan asing juga sempat berselisih dengan PSSI yakni Alfred Riedl dan Luis Manuel Blanco.

Dilansir dari detikcom, Minggu, 21 Juni 2020, Alfred Riedl sempat tiga kali menangani Timnas Indonesia. Pertama pada 2010, lalu 2013, dan terakhir 2016.

Kiprah pertamanya langsung berakhir tak manis. Ia dipecat pada 2011 terkait masalah kontrak yang disebut PSSI saat itu dilakukan dengan pihak lain.

Ketum PSSI saat itu, Djohar Arifin, menyebut bahwa Alfred Riedl dikontrak oleh Nirwan Bakrie, bukan dengan PSSI. Saat itu PSSI dan sepakbola nasional memang sedang mengalami dualisme.

PSSI kemudian menunjuk Wim Rijsbergen sebagai penggantinya. Meski sudah dipecat, masalah Riedl dengan PSSI tak berhenti di sana.

Sekitar September 2011 ia pernah dituduh PSSI melakukan provokasi ke pemain Timnas Indonesia asuhan Wim Rijsbergen.

Hal itu lantaran Riedl dianggap melakukan pertemuan ilegal dengan para pemain Timnas Indonesia pasca kalah 0-2 dari Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Adapun Luis Manuel Blanco ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23 pada 7 Februari 2013.

Para pemain kabarnya sempat memboikot latihan di bawah kepemimpinan Blanco. Salah satu penyebabnya adalah pencoretan 14 dari 21 pemain karena dianggap melakukan tindakan indisipliner.

Lebih mengejutkan lagi, beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dikabarkan tak mengetahui penunjukkan Blanco menjadi pelatih Timnas Indonesia. Hal itu pula yang membuat PSSI meralat kontraknya dengan Blanco.

Tak sampai sebulan, ia sudah dipecat oleh PSSI dan belum mendapatkan kesempatan melatih di pertandingan resmi. Ia tak senang dengan keputusan tersebut.

Pelatih asal Argentina ini pun menyebut melatih Timnas Indonesia sebagai pengalaman terburuk dalam kariernya.

Blaco juga melaporkan pemecatan dirinya ke Kedutaan Besar Argentina di Indonesia.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...