loading...

Minggu, 21 Juni 2020

sarri ribut dengan pjanic, juventus alami perpecahan | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Juventus terpecah. Kegagalan di Coppa Italia memberi efek tak bagus karena Juve segera mengarungi kompetisi Serie A Italia yang digulirkan kembali di tengah pandemi Covid-19. Terakhir, pelatih Maurizio Sarri dikabarkan ribut dengan gelandang Miralem Pjanic. 

Keributan dipicu kekecewaan Pjanic yang hendak dicoret di final Coppa Italia. Posisi pemain asal Bosnia ini digantikan Rodrigo Bentancur. Namun skenario tersebut berantakan karena gelandang veteran Sami Khedira cedera. Akibatnya, Pjanic tetap dimainkan meski kemudian diganti dibabak kedua. 

Menurut harian La Stampa, ketegangan Sarri dan Pjanic sepertinya tak mereda. Buntut dari pertengkaran mereka, pelatih akan mencoret Pjanic di laga pertama liga setelah terhenti karena Covid-19 melawan Bologna, Selasa, 22 Juni 2020 dini hari WIB. 

Saya mengandalkan dia karena memiliki peran penting dengan skema 3 pemain di tengah

Di laga tandang itu, Sarri akan menurunkan Bentancur. Gelandang tim nasional Uruguay itu menggantikan posisi Pjanic. Sedangkan Aaron Ramsey bakal menempati posisi Bentancur. 

Namun Sarri langsung menepis kabar tak bagus itu. Menurut dia itu tak lebih sebagai hoaks alias berita bohong. Mantan pelatih Napoli ini menyebut Pjanic sebagai salah satu pemain terbaik di La Vecchia Signora

"Itu hanya berita bohong. Tak perlu dijelaskan lagi," kata Sarri kepada Sky Sport Italia.

"Dia salah satu pemain yang paling ingin saya mainkan musim ini. Saya mengandalkan dia karena memiliki peran penting dengan skema 3 pemain di tengah," tutur dia. 

Meski menyebut sebagai fake news dalam kasus keributan dengan pemain, namun Sarri sesungguhnya memang menghadapi tekanan kuat. Tim mengalami perpecahan setelah gagal di final Coppa Italia. Mereka dikalahkan Napoli 4-2 lewat drama adu penalti. 

Ronaldo Frustrasi Gantikan Posisi Higuain

Situasi mulai tak nyaman karena sejumlah pemain tak menyukai strategi Sarri. Pemain depan Cristiano Ronaldo merasa frustrasi diposisikan sebagai false 9 menggantikan Gonzalo Higuain. Apalagi eksperimen dengan memainkan Ronaldo sebagai centre forward dinilai tak maksimal. 

Repotnya, Sarri seolah menyalahkan Ronaldo karena ketidakmampuan mencetak gol. Sarri juga menjadikan absennya Higuain, kapten Giorgio Chiellini sebagai penyebab kegagalan I Bianconeri. Namun mantan pelatih Juve Fabio Capello justru mengritik Sarri karena tim memiliki skuat dengan banyak pemain berkualitas. 

Baca juga: 

Bos Napoli Sebut Pelatih Juventus Mata Duitan

Pelatih Juve: Tak Ada Favorit di Perebutan Scudetto

Kini, Sarri kembali dihadapkan problem cedera pemain. Selain Chiellini dan Higuain, tim juga kehilangan Khedira dan Alex Sandro. 

Posisi Juve pun sangat tak nyaman di klasemen. Ini yang membuat mantan pelatih Chelsea ini berada dalam tekanan. Dengan poin 63, juara Liga Champions 2 kali ini hanya unggul 1 poin dari Lazio yang berada di peringkat 2. Inter Milan yang menduduki posisi 3 juga berpeluang untuk menyaingi Juve. 

Juve juga belum mulus melangkah ke perempat final Liga Champions. Pada laga pertama babak 16 besar, mereka kalah 1-0 dari Lyon. Juve harus menang minial 2-0 ada laga kedua saat mereka bertindak sebagai tuan rumah. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...