loading...

Selasa, 30 Juni 2020

polisi incar provokator kerusuhan di madina | Makassar Info Berita Terbaru


Medan - Kepolisian masih terus menyelidiki kasus kerusuhan dan pengerusakan mobil dinas Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Mandailing Natal Komisaris Polisi E Zalukhu di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan pada Senin, 29 Juni 2020.

Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin menyampaikan hal itu ketika ditemui seusai mengikuti upacara HUT Bhayangkara ke-74 di aula Tribrata Mapolda Sumut, Rabu, 1 Juli 2020.

"Untuk kasus kerusuhannya, pasti akan dilakukan penyelidikan. Setiap pelanggaran hukum pasti ada sanksi," kata Martuani.

Namun, jenderal dengan pangkat bintang dua ini enggan membeberkan sudah berapa orang yang diamankan, dia memastikan proses sedang berjalan. "Mengenai adanya yang diamankan, nanti kita lihat bersama perkembangannya," ucap Martuani.

Menurut dia, kerusuhan di Madina terjadi akibat ulah provokator yang tidak senang dengan keputusan kepala desa. Padahal sebelumnya sudah dimusyawarahkan bersama dengan tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Untuk kades tersebut secara hukum kami belum menemukan pelanggaran

"Secara umum laporan yang saya terima, kades bagus. Tapi ada oknum yang menjadi provokator. Apapun yang diputuskan kades sudah musyawarah, tidak semua mendapatkan BLT. Tapi dengan musyawarah, ada tokoh adat dan agama di situ keputusannya dibagi dengan rata. Namun ada oknum yang memprovokasi menjadi membuat masalah," terang Martuani.

Selain itu penegak hukum juga belum menemukan pidana yang dilakukan kades dimaksud, sebab dia memotong dana itu berdasarkan musyawarah.

"Saya yakin tindakan ini ada yang memicu. Untuk kades tersebut secara hukum kami belum menemukan pelanggaran yang dilakukannya. Niatnya baik tapi diterjemahkan lain oleh pihak yang lain," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, terjadi kerusuhan berujung pembakaran satu unit mobil milik Wakapolres Madina Komisaris Polisi E Zalukhu saat melakukan aksi blokir jalan guna menuntut penjelasan soal dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai bagi warga terdampak Covid-19.

Selain mobil milik wakapolres, satu unit mobil lainnya dan dua unit sepeda motor juga turut menjadi sasaran pelampiasan kekecewaan warga.

Aksi blokir Jalan Lintas Sumatera oleh warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan, terjadi pada Senin, 29 Juni 2020. Semula aksi berjalan tertib. Massa menuntut kepala desa setempat mundur dari jabatannya karena diduga telah memotong BLT.

Warga memblokir akses jalan dengan membakar ban bekas di badan jalan. Akibatnya arus lalu lintas dari Kota Padangsidempuan menuju Madina maupun sebaliknya lumpuh total.

Hingga sore mediasi yang dilakukan pemerintah dengan warga belum menemui titik terang, dan tuntutan warga belum terpenuhi. Sehingga aksi blokir jalan masih berlangsung.

Kepolisian berusaha untuk mengurai dan membubarkan massa mengingat hari hampir gelap, namun warga yang tuntutannya belum terpenuhi tidak terima pembubaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Massa kemudian melempar batu ke arah petugas yang mencoba membuka blokade badan jalan. Warga makin beringas dengan terus melempari polisi pakai batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Akibatnya beberapa orang termasuk dari petugas kepolisian mengalami luka-luka. Namun hal itu tidak menyurutkan emosi warga, justru terus memuncak, lalu menggulingkan dua unit mobil yang parkir dan dibakar. Sekitar pukul 19.00 WIB warga mulai membubarkan diri.

Kepala Polisi Sektor Panyabungan, Ajun Komisaris Polisi Andi Gustawi tidak menyangkal bahwa mobil dinas milik Wakapolres Madina ikut terbakar dalam kejadian itu. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...