loading...

Senin, 22 Juni 2020

Mengaku Putri Sunda Empire, Dua Wanita Ini Dipenjara 13 Tahun di Malaysia | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Jakarta – Lantaran mengaku sebagai Putri Sunda Empire, dua wanita mendekam di penjara Malaysia selama 13 tahun. Keduanya diketahui memakai paspor Sunda Empire, negara yang tak diakui oleh Malaysia dan seluruh dunia.

Hal tersebut disampaikan Kedutaan Besar RI di Malaysia. Pejabat Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur, Agung Cahya Sumirat, mengatakan mereka terakhir menemui keduanya pada Februari lalu.

Kedua wanita itu, kata Agung, bernama Fathia Reza (36) dan Lamira Roro (34). Mereka telah berada di tahanan imigrasi Malaysia sejak 2007.

"Mereka ditahan karena melanggar aturan keimigrasian Malaysia dengan membawa paspor Sunda Empire yang tidak diakui otoritas Malaysia," kata Agung, Senin, 21 Juni 2020 seperti dikutip dari Kumparan.

Pihak KBRI sendiri, kata Agung, telah menemui mereka sebanyak dua kali. Dalam pertemuan dengan staf KBRI tersebut, kedua wanita itu tetap bersikeras bahwa mereka adalah warga Sunda Empire.

Adapun saat bertemu dengan mereka, Agung mengatakan kedua wanita itu memakai bahasa Inggris.

"KBRI KL dan KJRI Kuching pernah mewawancarai Fathia Reza dan Lamira Roro untuk mengklarifikasi status kewarganegaraan mereka. Namun mereka menolak mengaku sebagai WNI dan tetap bersikukuh mengaku sebagai WN Sunda Empire. Imigrasi Malaysia menyatakan status mereka sebagai stateless," ujar Agung.

Sebelumnya, Fathia dan Lamira ditangkap oleh petugas imigrasi Malaysia setelah ditemukan berada di buffer zone Malaysia dan Brunei.

Keduanya menujukkan paspor bertanda Sunda Democratic Empire. Keduanya mengaku sebagai putri dari Sunda Empire, nama negara yang tak dikenali oleh Malaysia.

"Kedua 'putri' ini mengaku tinggal di Swiss. Mereka mengatakan ingin tur di wilayah ini – mereka ingin pergi ke Jepang dari Brunei, tapi entah kenapa kena masalah dengan petugas imigrasi," kata Ketua Partai Aksi Demokrasi Malaysia (DAP), Fong Pau Teck yang sempat bertemu dengan dua wanita itu.

Diketahui, Sunda Empire sempat menjadi perbincangan publik Tanah Air setelah seorang petingginya yakni Ki Ageng Rangga Sasana, menyampaikan beberapa klaim bombastis.

Rangga mengatakan bahwa Sunda Empire terdiri dari seluruh negara dan pemerintahan di dunia.

Menurutnya, tujuan berdirinya Sunda Empire itu demi mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian dunia. Namun berbagai klaim di belakangnya dianggap bohong dan penyesatan sejarah.

Alhasil, lantaran dianggap menyebarkan kabar bohong dan meresahkan masyarakat, Rangga dan dua petinggi Sunda Empire lainnya yakni Raden Ratna Ningrum dan Nasri Banks ditangkap polisi.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...