loading...

Selasa, 23 Juni 2020

makin diburu, harga emas bisa terkerek hi ... | Makassar Info Berita Terbaru


Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan minat terhadap aset aman atau safe haven seperti emas membuat komoditas ini berpeluang menembus level harga US$1.800 per ounce.

Berdasarkan laopran dari Bloomberg pada Rabu (24/6/2020), harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus bergerak naik 0,6 persen ke US$1.791,80 per ounce di pasar Comex. Sementara itu, emas diperdagangkan di US$1.789.40 per ounce hingga pukul 08.32 waktu Singapura.

Dengan level yang sudah menembus US$1.791 per troy ounce, harga emas sudah memecahkan rekor harga tertinggi yang tercipta pada April 2012 lalu. Indeks berjangka pasar emas juga mengalami reli penguatan hingga 1 persen. Kenaikan tersebut terakhir kali dicapai komoditas emas pada 2011 lalu.

Jumlah kenaikan kasus positif virus corona di sejumlah wilayah berdampak pada kenaikan harga emas. Ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, dalam pertemuannya dengan Kongres Amerika Serikat melaporkan lonjakan kasus positif yang menggelisahkan pada sejumlah wilayah di Negeri Paman Sam.

Selain itu, kenaikan tersebut juga ditopang oleh penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) dan sejumlah bank di negara lain. Hal ini turut diikuti oleh kucuran stimulus dari pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian yang terdampak pandemi virus corona.

Dengan faktor-faktor tersebut dan tingkat suku bunga real AS yang negatif, Glodman Sachs Group Inc., bahkan memprediksi harga logam mulia ini dapat menembus US$2.000 per ounce dalam 12 bulan ke depan.

Analis Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mengatakan, kenaikan jumlah kasus positif virus corona membuat investor berpaling ke emas berjangka. Dhar menuturkan, penurunan tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS, US Treasuries, seri benchmark dengan tenor 10 tahun akan menopang kenaikan harga emas berjangka.

"Seiring dengan penurunan tingkat imbal hasil, emas akan menjadi aset yang lebih atraktif dibandingkan aset dengan bunga lainnya," jelas Dhar.

Konten Premium Masuk / Daftar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.


Sumber : Bisnis.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...