loading...

Selasa, 23 Juni 2020

luhut keluhkan kondisi ekonomi usai dipukul covid 19 | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeluhkan kondisi perekonomian Indonesia yang begitu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Luhut menyebut virus corona berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat di Tanah Air.

Dalam webinar yang disiarkan melalui Youtube Kemenko Marves, Selasa, 23 Juni 2020, Luhut mengatakan Covid-19 berpengaruh ke banyak sektor terutama para pekerja yang usahanya ikut terdampak dan mengalami kerugian.

Diskusi daring bertajuk 'Peran Pemda dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)' ini juga diikuti oleh para kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kalau kita lihat trend pertumbuhan ekonomi 2020 sebenarnya menggambarkan Indonesia bagaimana kuartal I dan ini dampak dari penyerapan terhadap tenaga kerja dan daya beli masyarakat," kata Luhut dalam diskusi tersebut, dikutip Tagar pada Rabu, 24 Juni 2020.

Di sisi lain, Luhut juga mengutarakan rasa kebanggaan masyarakat terhadap banyaknya karya Indonesia yang semakin meningkat selama pandemi virus corona. Menurutnya, hal itu juga didukung dengan adanya program BBI yang menonjolkan produk-produk lokal.

Luhut berharap kepada para kepala daerah untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satu langkah dukungan yang harus didorong adalah peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Jadi tadinya kalau kita bicara globalisasi, orang bicara lagi deglobalisasi. Jadi Gernas BBI ini menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri," ucap Luhut, di depan para kepala daerah.

Dampak virus corona dinilai Luhut sangat memukul pegiat UMKM di berbagai wilayah di Indonesia. Ia mengatakan para pihak yang bergerak di sektor tersebut harus dibantu. Luhut menyebut saat ini mayoritas UMKM akan beralih ke digital untuk mengikuti trend pasar.

"Kemudian survei dampak Covid-19 bagi UMKM kalau kita lihat masalah utama adalah pemasaran 35 persen, kemudian permintaan 34 persen, ini dampaknya. Dan ini dengan adanya online itu bisa banyak sekali akan terperbaiki. Nah apa yang paling kena? Industri makan, industri kreatif," kata dia.

UMKM AcehFauziah, salah satu pengusaha UMKM di objek wisata Kapal Lampulo, menjual hasil usahanya di Pasar Tani, Kota Banda Aceh, Aceh, Rabu, 8 April 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, tidak memungkiri fakta bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpotensi menggerakan laju roda perekonomian nasional yang stagnan akibat pandemi virus corona.

"Menurut unit usaha yang ada di Indonesia, sekitar 99% itu bentuk usahanya UMKM, hanya 1% yang sifat usahanya usaha besar. Jadi kalau mau berbicara dampak ke ekonomi, sektor UMKM bisa dijadikan sebagai salah satu alat untuk menggerakan perekonomian nasional," kata Yusuf kepada Tagar, Sabtu, 20 Juni 2020.

Kendati demikian, selama beberapa bulan terakhir UMKM menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19. Terlebih sejak diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial dan jarak fisik sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona. Hal tersebut, menurut Yusuf, telah membuat sebagian besar aktivitas ekonomi sektor UMKM terganggu.

Selain itu, pelemahan daya beli masyarakat juga berdampak pada menurunnya pendapatan pelaku usaha UMKM.

Baca juga: Luhut Minta Edy Rahmayadi Maksimalkan UMKM Sumut

"Sayangnya di tengah pandemi seperti sekarang,sektor UMKM justru rentan terkena dampak negatif karena terbatasnya aktivitas masyarakat," ujar dia. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...