loading...

Selasa, 23 Juni 2020

Lonjakan Tagihan Listrik Pada Rumah Kosong, Ini Tanggapan Pihak PLN Sulselrabar | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id — Kenaikan tagihan listrik di Sulsel menimbulkan keresahan mmasyarakat. Bahkan DPRD Sulsel banyak menerima keluhan terkait hal itu.

Bahkan adanya masyarakat mengeluhkan lonjakan tarif listrik, padahal rumahnya tidak pernah ditempati alias kosong.

"masyarakat komplain, mereka tidak menempati rumahnya malahan ada kenaikan yang tidak masuk akal, ada yang naik 100 persen bahkan ada yang sampai 300 persen," ungkap Ketua Komisi D DPRD Sulsel, John Rende Mangontan, Selasa 23 Juni 2020.

Menanggapi hal tersebut, General Manajer PT PLN Wilayah Sulselrabar, Ismail Deu menjelaskan, terkait dengan adanya lonjakan pembayaran rumah kosong. Sebelum ada covid-19, pihak PLN melakukan pencatatan meteran dari rumah ke rumah.

Namun, di tengah covid-19 dan pemberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah daerah. Pihak PLN tidak lagi melakukan pencatatan melainkan menjalankan metode rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya.

Misalnya, tagihan di bulan Maret, tagihannya akan disesuaikan pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya, mulai dari Desember, Januari, dan Februari kemudian dirata-ratakan untuk menentukan pembayaran di bulan Maret.

"Begitu juga pada saat tagihan untuk April itu di ambil rata-rata di bulan Januari, Februari dan Maret," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut, ada kenaikan pemakaian listrik pada meteran rumah tangga di tengah pandemi Covid-19 dan bulan Ramadan.

"Jadi kalau hasil analisa yang kita lakukan memang yang naik ini kan tarik rumah tangga. Industri, Bisnis, dan sosial semua normal, sementara rumah tangga yang melonjak," kata Ismail.

Terutama kenaikan itu, kata Ismail, terjadi pada diberlakukannya social distencing dan PSBB, semua masyarakat diwajibkan beraktifitas dir umah. Ditambah lagi bertepatan dengan bulan puasa.

"Puasa itukan aktifitas itu dimulai jam 2 atau 3 subuh, sehingga otomatis pemakaian di rumah itu sudah mulai mengalami lonjakan yang memang mungkin masyarakat tidak merasakan," ujarnya.

Meski demikian, pihak PLN Sulselrabar mengatasi masalah itu dengan perlindungan lonjakan yang dirasakan oleh masyarakat dengan pembayaran hanya dengan 40 persen, selebihnya bisa dicicil selama tiga kali.

"Terus keluhan-keluhan yang mungkin karena terjadi kesalahan pembacaan itu langsung kami melakukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan itu, karena kami harus kroscek dengan meter-meter yang ada di rumah pelanggan," pungkasnya.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...