loading...

Sabtu, 20 Juni 2020

kasus covid 19 di dairi meningkat, 1 pasien positif | Makassar Info Berita Terbaru


Dairi - Kasus virus corona atau Covid-19 mengalami peningkatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Setelah sebelumnya sempat nihil, per hari Jumat, 19 Juni 2020, 1 orang kasus positif. Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 21 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Rahmat Syah Munthe, menyebutkan ke 21 OTG dimaksud berada di 3 Kecamatan. Yaitu, 19 orang berada di Kecamatan Sidikalang, 1 orang di Kecamatan Sitinjo dan 1 orang di Kecamatan Sumbul.

Sementara PDP, satu1 orang tercatat beralamat di Kecamatan Tanah Pinem, laki-laki berusia 20 tahun. Satu orang lagi juga laki-laki, berusia 48 tahun, beralamat di Kecamatan Sumbul. Disebut, keduanya kini dirawat di Medan.

Selanjutnya, 1 orang terkonfirmasi positif Covid-19, diketahui terdata sebagai penduduk Kecamatan Sidikalang. Dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan.

Ditetapkan sebagai OTG karena hasil tracing ada kontak erat dengan pasien yang positif.

Terkait penetapan status OTG, Rahmat Syah menyebut, berdasar pada pemantauan bahwa orang dimaksud memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ditetapkan sebagai OTG karena hasil tracing ada kontak erat dengan pasien yang positif. Mereka akan dipantau selama 14 hari terhitung kontak erat itu," katanya. Rahmat Syah, Sabtu, 20 Juni 2020.

Ditanya mengapa pejabat teras Telkomsel, Sukardi Silalahi dan keluarganya tidak diisolasi saat pulang ke Sidikalang guna menjalani prosesi pemakaman ayahnya Sudung Silalahi di Jalan Tapanuli, Rahmatsyah mengatakan, rombongan dimaksud sudah terlebih dahulu rapid test. Hasilnya negatif. Disebut, keluarga itu juga sudah minta ijin sehingga jasad lebih lama disemayamkan di rumah duka.

Terpisah, Ketua Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Dairi-Kabupaten Pakpak Bharat, Marulak Siahaan mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, terkesan diskriminatif dalam penerapan protokol kesehatan.

"Mengapa orang yang datang dari zona merah tidak diisolasi? Sementara banyak warga lain yang datang dari daerah zona merah, wajib di isolasi di TWI. Mengapa itu (keluarga Silalahi) tidak," katanya. Marulak berharap Pemkab Dairi tegas dalam penerapan protokol kesehatan. Tidak diskriminatif. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...