loading...

Jumat, 26 Juni 2020

hasil rapid test dan penutupan pasar bantul | Makassar Info Berita Terbaru


Bantul - Sebanyak 700 pedagang di Pasar Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjalani rapid test pada 24 hingga 25 Juni 2020. Hasilnya ada 12 pegadang dinyatakan reaktif. Alhasil 12 orang tersebut diharuskan menjalani test swab Polymerase Chain Reaction (PCR) di rumah sakit lapangan khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sri Wahyu Joko Santosa atau Oki membenarkan hal tersebut. "Jadi pada pemeriksaan pertama 24 Juni dengan jumlah peserta 250 terdapat 2 peserta yang reaktif, lalu pada 25 Juni kami lakukan tes lagi dengan jumlah peserta 201 dan yang reaktif 10 orang. Jadi total reaktif di Pasar Bantul 12 orang," katanya ketika dihubungi pada Jumat 26 Juni 2020.

Dia mengatakan, pada 22 Senin 2020, pihaknya juga melaksanakan rapid test di toko retail grosir daerah Kecamatan Piyungan. "Tapi dari 38 peserta tidak ada yang rekatif. Ditemukan reaktif baru di Pasar Bantul," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa rapid test bukan penentu bahwa yang bersangkutan terpapar oleh Covid-19. Jadi untuk lebih lanjutnya masih menunggu hasil uji swab.

Jadi total reaktif di Pasar Bantul 12 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menutup Pasar Bantul untuk sementara waktu. "Penutupan itu akan dilakukan jika 12 orang yang reaktif itu positif terpapar Covid-19, untuk memastikan kita harus menunggu hasil swab dulu," katanya.

Menurut dia, kalau pun harus ditutup, Pasar Bantul hanya akan ditutup selama dua hingga tiga hari. Penutupan tersebut digunakan untuk penyemprotan disinfektan. "Kalau pun akan ditutup, pasti tidak akan lama. Mungkin hanya dua sampai tiga hari untuk diseprot disinfektan, dan itu sudah sesuai prosedur penanganan," ujarnya.

Jika pasar harus ditutup dalam jangka waktu yang lama, maka masyarakat, sekaligus pedagang yang akan menjadi korban. Pasalnya, kata dia, pandemi Covid-19 ini sudah cukup memberatkan beban perekonomian di Bantul. "Ya, kalau ditutup lama berpotensi merugikan masyarakat dan pedagang di Pasar Bantul ya, kasihan kalau mereka tak bisa jualan, lalu pendapatan berkurang," katanya. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...