loading...

Minggu, 28 Juni 2020

google doodle angkat subak, warisan budaya asal bali | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Perusahaan raksasa teknologi Google memberikan apresiasi kepada salah satu warisan dunia asal Indonesia, Subak, dengan mengangkatnya menjadi Doodle di laman pencarian mereka. Subak sendiri merupakan sistem irigasi pertanian dari Bali yang masuk dalam daftar warisan budaya oleh Unesco.

Ilustrasi Google Doodle untuk Subak dibuat oleh seniman asal Indonesia Hana Augustine. Gambar menampilkan pemandangan undakan di pematang sawah, lengkap dengan dengan detail ornamen khas Bali.

Melansir informasi dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Subak merupakan kata yang berasal dari bahasa Bali. Kata tersebut pertama kali muncul dalam prasasti Pandak Bandung yang berangka tahun 1072 M.

Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, mempunyai pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi demokratis dari petani dalam mengatur penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.

Ilustrasi SubakIlustrasi Subak di Google Doodle. (Foto Google/Hana Augustine)

Subak bagi masyarakat Bali bukan hanya sekadar sistem irigasi, melainkan juga merupakan filosofi kehidupan bagi rakyat wilayah itu sendiri. Mereka berpandangan, Subak adalah cerminan langsung dari filosofi dalam agama Hindu, yakni Tri Hita Karana yang jika diartikan secara bebas berati tiga penyebab kebaikan.

Ajaran tersebut mempromosikan hubungan yang harmonis antara individu dengan alam semangat (parahyangan), dunia manusia (pawongan), dan alam (palemahan).

Dalam perjalanannya sebagai suatu sistem pengaturan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama satu abad lebih karena masyarakatnya setia kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil, segala masalah dibicarakan bersama, bahkan sampai penetapan waktu tanam dan jenis padinya.

Sementara sanksi terhadap segala bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara yang dilakukan di pura. Harmonisasi kehidupan inilah yang menjadi kunci lestarinya budaya Subak.

Subak kemudian diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia dalam sidang Komite ke-36 Unesco, yang merupakan organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), di kota Saint Peterburg, pada 29 Juni 2012.

Pengusulan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia telah disetujui dan ditetapkan. Penetapan tersebut disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah Bali.

Baca juga: Mengenal Taman Nasional Lorentz dari Google Doodle

Sesuai dengan pengajuannya, Subak di pulau Dewata yang memiliki luas sekitar 20.000 ha terdiri atas subak yang berada di lima kabupaten, yaitu kabupaten Bangli, Gianyar, Badung, Buleleng, dan Tabanan. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...