loading...

Minggu, 28 Juni 2020

facebook kehilangan us 7,2 m gegara nazi, kok bisa? | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Pundi-pundi harta Mark Zuckerberg diperkirakan menyusut US$ 7,2 miliar setelah sejumlah perusahaan pengiklan menyatakan menarik diri dari Facebook.

Jaringan media sosial paling populer di dunia itu mencatatkan penurunan saham hingga 8,3 persen pada Jumat, 26 Juni 2020. Amblasnya saham Facebook tersebut merupakan yang terdalam selama tiga bulan terakhir. Ditengarai, kondisi demikian terjadi akibat raksasa Unilever mengumumkan penghentian kerjasama pariwara untuk kurun waktu yang belum ditentukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tagar, Unilever mengikuti jajak beberapa perusahaan lain yang terlebih dulu menarik diri. Meski bukan yang pertama, korporasi multinasional asal Belanda itu menjadi katalis penurunan saham Facebook senilai US$ 56 miliar, demikian yang dilansi oleh Bloomberg.

Usut punya usut, kondisi ini terjadi lantaran Facebook gagal mengelola konten ujaran kebencian dan bernada diskriminatif pada lamannya. Adapun, beberapa perusahaan yang telah berhenti beriklan di Facebook antara lain, Verizon Communications Inc., Hershey Co., dan Coca-Cola.

Terbaru, produsen minuman bersoda lainnya asal Amerika Serikat yaitu Pepsi, disebut-sebut bakal berhenti memanfaatkan Facebook sebagai media pengiklan produk perusahaan.

Polemik bisnis promosi di Facebook diperkirakan merupakan buntut dari ketidakstabilan politik di Amerika Serikat pasca aksi oknum polisi setempat yang mengabaikan hak warga negara tertentu.

Panasnya situasi ini semakin dipicu oleh serangkaian kampanye Presiden Donald Trump yang memperlihatkan gambar segitiga merah terbalik. Pengamat menilai, logo tersebut cukup identik dengan simbol Nazi Jerman dalam masa perang dunia.

Tim kampanye Trump sendiri membuat pembelaan bahwa penggunaan segitiga merah merupakan isyarat keterkaitan dengan Antifa, sebuah kelompok anti-fasis.

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...