loading...

Kamis, 25 Juni 2020

efek corona, merek lokal mulai lirik bahan baku dalam negeri | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta, CNN Indonesia --

Program Director Indonesia Brand Forum Yuswohady mengatakan berbagai merek lokal yang selama ini mengimpor bahan baku dari luar akan menggunakan bahan baku dalam negeri.

Penggunaan bahan baku dalam negeri karena adanya pembatasan gerbang ekspor dan impor di tengah pandemi virus corona. Yuswohady menyebut hal ini sebagai momentum untuk pemasok bahan baku lokal yang selama ini kalah bersaing dari pemasok luar.


"Pengusaha akan cenderung mencari bahan baku di level lokal. Pandemi covid-19 menjadi setback (kemunduran) globalisasi. Negara semakin tersekat-sekat, ini beban besar yang sedang dihadapi dan teman-teman usaha dan industri harus tahu ini," katanya lewat video conference, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan adanya pembatasan dan protokol tatanan normal baru, produksi barang akan berkurang drastis. Penurunan ini membuat setiap negara akan menekan ekspor demi memenuhi kebutuhan negara masing-masing. 

Yuswohady menjelaskan dengan disrupsi yang ada, mau tidak mau perusahaan beralih mencari bahan baku dari dalam negeri demi memenuhi kebutuhan produksi industri.

Sejalan, Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan Benny Sutrisno menyebut pihaknya sudah melirik bahan baku dalam negeri akibat pembatasan ekspor dan impor. Khususnya untuk bahan baku tekstil, pakaian jadi, dan sepatu yang selama ini dikuasai oleh China dan Korea Selatan.


"Betul, terutama untuk tekstil, pakaian jadi serta sepatu yang dulunya didominasi oleh China dan Korea Selatan," katanya.


Sementara, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan sejak Februari lalu saat terjadinya disrupsi rantai pasokan dari China, pelaku usaha nasional sudah gencar berupaya mendiversifikasi pasokan bahan baku dan bahan penolong produksi ke supplier alternatif di dalam dan luar negeri.


Namun, ia menyatakan transisi tersebut tidak berjalan mulus. Industri manufaktur menemukan adanya ketidakcocokan spesifikasi produk dan harga.

Belum lagi masalah kualitas atau daya saing yang hingga saat ini sulit dipenuhi oleh pelaku usaha dalam negeri.
 Shinta juga menyoroti masalah jumlah pasokan yang belum memadai.

Ia khawatir jika pelaku pemasok  dalam negeri tak kunjung memenuhi persyaratan tersebut, industri pemakai yang akan mengalami kesulitan berkembang.

"Juga ada masalah economic scale (ketidakcukupan jumlah supply). Ini belum berubah, jadi kalau impornya semakin ketat dan pasokan alternatifnya di dalam negeri tidak berubah sesuai kebutuhan industri maka pemakainya, industri manufaktur yang kesulitan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/age)

Sumber : CNNindonesia.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...