loading...

Sabtu, 27 Juni 2020

detiknews sabtu, 16 mei 2020 03:48 wib gubernur sulsel pertimbangkan buka mal, kemenkes: mestinya tak boleh gubernur sulsel nurdin abdullah mempertimbangkan untuk mengizinkan mal buka menjelang idul fitri. kemenkes menilai hal itu tidak diperbolehkan di masa psbb. | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mempertimbangkan untuk mengizinkan mal buka menjelang Idul Fitri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai hal itu tidak diperbolehkan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Makassar kan PSBB to, ya mestinya nggak boleh. Ya mestinya Gubernur ngomong sama Wali Kota kan, PSBB-nya kan kota, mestinya kota yang punya peraturan daerah, peraturan wali kota pelaksanaan PSBB kan bunyinya kayak apa kan nggak ngerti," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto, saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

Karena itulah, Yuri meminta masyarakat mematuhi aturan PSBB. Ia menegaskan aturan PSBB melarang warga untuk berkerumun.

"Patuhi PSBB aja lah, kalau PSBB kan memang nggak boleh kerumunan," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 itu.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mempertimbangkan mal buka menjelang Idul Fitri meski di tengah wabah virus Corona. Jika nantinya mal di Sulsel, khususnya Makassar, diizinkan beroperasi, Nurdin menegaskan pihaknya akan meminta komitmen para pemilik dan pengelola mal agar menjalankan protokol pencegahan COVID-19 bagi pengunjung, penjual, hingga seluruh area mal.

"Karena begini, sekarang masyarakat butuh baju baru, butuh bahan makanan buat lebaran, sementara juga mal-mal ini punya karyawan banyak, yang tentu kalau dia tidak cepat beroperasi ini bisa-bisa peluang untuk dirumahkan lagi," kata Nurdin di sela rapat pembahasan persiapan Idul Fitri 1441 H di Posko COVID-19 Sulsel, Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (15/5).

"Makanya kita harus bicarakan kepada mereka semua (pengelola dan pemilik mal), mampu nggak mereka menjaga jarak, yang kedua protokol kesehatan, yang lain adalah masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer dia bisa siapin. Terus dia harus komit bahwa dia bisa mengendalikan malnya itu tanpa kerumunan orang," tuturnya.

(azr/mae)

Sumber : detikNews

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...