loading...

Jumat, 19 Juni 2020

adik menyusul meninggal kecelakaan di kulon progo | Makassar Info Berita Terbaru


Kulon Progo - Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Jogja- Wates Km 16.5 Sentolo, tepatnya di Pedukuhan Pongangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Jumat, 19 Juni 2020 sekitar pukul 09.40 WIB. Remaja berinisial ADR, 16 tahun, warga Sleman, meninggal saat tiba di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo.

Adiknya, BIM, 11 tahun, yang berboncengan saat insiden tersebut juga dibawa ke rumah sakit tersebut. Namun pada malam harinya, BIM akhirnya meninggal dunia.

Direktur RSUD Nyi Ageng Serang, Sandrawati Said yang membenarkan jika korban kedua yakni BIM telah meninggal pada Jumat 19 Juni 2020 malam. "Korban (BIM) yang dibonceng, sudah meninggal," ucap Sandra melalui WhatsApp, Jumat, 19 Juni 2020 malam.

Sandrawati menuturkan, ADR dan BIM merupakan kakak beradik yang berasal dari Kecamatan Gamping, Sleman. Sang kakak meninggal saat tiba di rumah sakit usai kecelakaan, sedangkan adiknya sempat menjalani perawatan intensif namun nyawanya juga tidak tertolong karena luka yang dideritanya.

Baca Juga: Kronologi Remaja Meninggal Kecelakaan di Kulon Progo

Kapolsek Sentolo Komisaris Polisi Teguh Prasetyo menjelaskan, dari olah TKP di lapangan, ADR dan BIM yang mengendarai motor Honda Beat dari arah utara ke selatan. Sesampai di tempat kejadian berupaya mendahului Gito, 59 tahun, warga Kalurahan Tuksono, yang sedang naik motor membawa jerami. "Pada saat coba mendahului, motor yang dikendarai ADR menyenggol jerami sehingga oleng ke kanan dan akhirnya terjatuh," ujarnya.

Korban (BIM) yang dibonceng, sudah meninggal.

Teguh Prasetyo mengatakan, pada bersamaan dari arah belakang korban melaju Bus Hino yang disopiri oleh Gifan Desen, 41 tahun, warga Purworejo, Jawa Tengah. Melihat kedua remaja tersebut jatuh di aspal, Gifan berupaya menghindar ke arah kanan. Namun jarak terlalu dekat, roda belakang sebelah kiri mengenai kepala ADR.

ADR mengalami luka cukup parah dan meninggal dunia di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo. Sementara BIM, menjalani perawatan di rumah sakit yang sama meski kemudian meninggal dunia. Sedangan, Gito yang mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit tidak mengalami luka.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Kulon Progo I Nengah Jefri mengatakan, kejadian kecelakaan lalu lintas di mana anak-anak menjadi korban, harus menjadi pembelajaran bersama. Keselamatan berkendara penting dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menurut Jefri, sebagian besar kecelakaan yang terjadi memang melibatkan generasi muda dengan tingkat emosional yang belum teratur. Hal ini masih ditambah dengan minimnya kesadaran serta kemampuan berkendara, yang juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan. "Generasi muda ini juga sering acuh dan mengabaikan standar road safety, sehingga timbul menjadi masalah lalu lintas," ujarnya. []

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...