loading...

Rabu, 06 Mei 2020

UMKM Cottoni Panrita Berhasil Meng-SNI-kan Produknya di Tengah Pandemi | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Makassar – Di tengah lesunya perekonomian yang diakibatkan pandemi Covid-19, UMKM Cottoni Panrita berhasil meng-SNI-kan produk olahan berbahan dasar rumput laut.

Sesuai dengan aturan yang dipersyaratkan pada SNI 3547.2:2008 Kembang Gula – Bagian 2: Lunak, produk Cottoni Panrita ini telah memenuhi persyaratan SNI tersebut.

Dalam penerapannya SNI ini masih bersifat sukarela, sehingga permen jelly produk UMKM Cottoni Panrita merupakan pertama di Indonesia yang telah mengantongi label SNI.

Kembang Gula Lunak (Permen Jelly) produk UMKM Cottoni Panrita sebagai salah satu produk unggulan olahan hasil Laut Sulawesi Selatan berada di Jalan Menara No.78, Kelurahan Bintaroe, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

"Sebagai salah satu produk unggulan daerah Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu oleh-oleh khas Makassar yang digemari," kata Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Makassar Taufiq Hidayat, Rabu, 6 Mei 2020.

Baca juga:

Dengan mendapatkan SPPT-SNI, Daniah sebagai pemilik merk dagang LOPY sadar bahwa meskipun produknya masih dalam skala produksi industri rumahan, namun untuk dapat bersaing dengan produk lainnya di pasaran perlu memiliki nilai jual yang lebih.

Pembinaan dari BSN pun disambut dengan baik oleh Daniah, beliau menyampaikan bahwa dalam prosesnya bukan hal yang mudah untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), butuh komitmen yang kuat, kesadaran karyawan dan konsistensi dalam penerapannya.

Selain itu, produk Permen jelly telah lolos uji laboratorium yang terakreditasi sesuai dengan SNI 3547.2:208. Dengan diberikannya Tanda SNI pada produk Cottoni Panrita menunjukkan bahwa kembang gula Lunak olahan rumput laut Daniah sudah layak dan aman dikonsumsi serta berkualitas.

Dengan diterapkannya Good Manufacturing Practice (GMP), Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Dinas Perikanan dan dengan diberikannya label SNI pada produk Cottoni Panrita diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan daya jual produk di pasaran.

Sampai dengan saat ini Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN SulSel telah melakukan pembinaan kepada beberapa UMKM di Sulawesi Selatan dan 9 diantaranya telah mendapatkan label SNI yaitu CV Waelino (AMDK), UD Nagamas ( Saos Cabe), KUB Reski (Garam beriodium), Mappanyuki (Bakso Ikan), CV Eltisya (Otak-otak Ikan), KSM Tengiri (Bakso Ikan), 88 Marijo (Amplang Ikan) dan terbaru di 2020 adalah Anai (Markisa) dan Cottoni Panrita (Kembang Gula lunak rumput laut).

"Hal ini sebagai dukungan untuk Gerakan Sulsel ber-SNI. Diharapkan dengan Sulsel berSNI perkenomian rakyat semakin meningkat," ungkap Taufiq.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...