loading...

Jumat, 22 Mei 2020

RSU Bahagia Klarifikasi Curhat Perawat, Sukmawati: Itu Informasi Salah | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Makassar – Rumah Sakit Umum (RSU) Bahagia mengklarifikasi pemberitaan terkini.id berjudul 'Curhat Perawat di Makassar Tangani Pasien Covid-19: Gaji Belum Dibayar APD Terbatas' dan 'Kisah Pilu Perawat RSU Bahagia di Tengah Pandemi'

Berita sebelumnya dibuka dengan kisah seorang perawat berinisial MS (35 tahun). Nama diinisialkan atas permintaan narasumber dengan alasan keamanan. Menceritakan bagaimana sulitnya merawat pasien di tengah peralatan alat pelindung diri yang terbatas.

Direktur Umum (Dirut) RSU Bahagia Sukmawati Dahlan mengatakan, bahwa hal itu tak benar. Ia menegaskan stok Alat Pelindung Diri (APD) di RSU Bahagia masih terpenuhi.

"Kalau APD, Alhamdulillah sudah terpenuhi untuk pelayanan, malah standar grade 3 juga sudah kita punya," kata Sukmawati kepada terkini.id, di Rumah Sakit Umum Bahagia, Jalan Minasa Upa, Jumat 22 Mei 2020.

Dia menegaskan, bahwa dirinya selalu menekankan kepada pegawainya untuk selalu menjaga keamanan (safety) dan menjalankan protokol kesehatan saat bertugas.

Baca juga:

"Saya selalu sampaikan kepada tenaga perawat, dokter, dan bidan bahwa jangan sekali-kali kerja pasien kalau tidak menggunakan APD lengkap," tegasnya.

Sebelumnya, MS mengaku setiap tanggal 13 atau 15 gaji sudah ia terima. Namun, hingga saat ini, dia mengatakan hanya menerima THR sebanyak Rp 400 ribu.

"Bulan April kita sudah terima gajinya di awal Mei pada tanggal 4 Mei. Selama ini kami selalu membayar gaji pegawai di awal bulan. Jadi itu informasi salah," terang Sukmawati.

Dia mengatakan, RSU Bahagia tidak membayar gaji pada tanggal 1 Mei lantaran bertepatan dengan tanggal merah.

"Jadi kami bayar pada hari Senin tanggal 4 Mei," ungkapnya.

Terkait dengan pengakuan MS, jasa medik hanya terbayar penuh saat bulan Maret. Hal itu pun, kata dia, baru terbayarkan bulan ini. Sementara gaji bulan April belum terbayarkan.

Sukmawati mengatakan, telah membayarkan jasa medik terakhir pada bulan Maret. Itu pun, kata dia, BPJS belum membayarkan ke rumah sakit. Namun rumah sakit mengambil dana talangan di bank untuk membayarkan gaji pegawai.

"Kita bayarkan pada tanggal 20 kemarin. Kita ambilkan dana talangan di bank untuk memenuhi tanggung jawab rumah sakit. Kalau kita tunggu dana BPJS tambah lama lagi, apalagi belum ada kepastian," kata dia.

Dia menegaskan bahwa setelah surat formulir pengajuan klaim atau FPK keluar baru bisa diproses untuk permintaan dana ke BPJS.

"Sesuai dengan berapa FPK. Itupun biasa BPJS belum bayar kita sudah bayar pegawai yang penting sudah ada FPK," ungkapnya.

Dia mengatakan tak pernah membayar gaji pegawai di atas tanggal 10.

"Jadi pernyataan MS soal pembayaran gaji tanggal 13-15 itu tidak betul. Di bawah tanggal 10 selalu kita bayarkan. Tiap bulan pembayaran gaji lancar tidak pernah tertinggal," tegasnya.

Di sisi lain, di tengah pandemi saat ini, Sukmawati berpesan kepada masyarakat untuk tak melakukan aktivitas di luar rumah. Hal itu untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19.

"Janganlah menambah beban tenaga perawat yang saat ini tengah berjuang di garis depan dengan melakukan aktivitas yang tak penting. Tinggallah di rumah," pungkasnya.



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...