loading...

Kamis, 21 Mei 2020

Polda Jatim Belum Terima Laporan Satpol PP Surabaya | Makassar Info Berita Terbaru


Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan belum ada laporan masuk dari Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya untuk memenjarakan Habib Umar Abdullah Assegaf, setelah kejadian viral di pintu keluar Tol Satelit, Kota Surabaya, pada Rabu, 20 Mei 2020.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan tidak ada pelaporan diterima oleh pihaknya. Bahkan laporan polisi (LP) hingga kini juga tidak ada.

Sebenarnya sejauh ini sudah dilakukan kepada Habib Umar Abdullah Assegaf itu, yakni kita lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kapolres Pasuruan Kabupaten.

"Sebetulnya kedua belah pihak sudah menjalin komunikasi, masing masing masing menahan diri (tidak melapor) dengan adanya kesalahpahaman ini," ujar Truno, Jumat, 22 Mei 2020.

Truno menjelaskan sejauh ini kedua belah pihak sudah menjalin komunikasi dengan baik dengan dimediasi oleh masing-masing Polres.

"Sebenarnya sejauh ini sudah dilakukan kepada Habib Umar Abdullah Assegaf itu, yakni kita lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kapolres Pasuruan Kabupaten. Kemudian juga dengan Satpol PP, kita melakukan pendekatan melalui Polrestabes Surabaya," imbuh dia.

Meski tidak ada laporan, Truno menyebut pihak kepolisian juga akan melakukan langkah-langkah. Yakni penyidikan terkait pendalaman kebenaran dari video tersebut.

"Perkembangannya sejauh ini kita sudah melakukan langkah-langkah awal, jauh sebelum ada laporan ataupun tidak ada laporan. Tugas secara standar operasionalnya begitu ada viral terkait dengan petugas kita lakukan secara internal termasuk beberapa yang terlibat di dalam video," ujar dia.

Saat ini Truno menegaskan, pihaknya akan melakukan patroli siber untuk memburu pihak ketiga dirasa memperkeruh keadaan. Seperti dengan memposting dengan kata ujaran kebencian, SARA, dan berita hoaks atau bohong.

"Namun ada satu hal yang menjadi catatan kita setelah dengan adanya viral tersebut ada beberapa pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh, mendompleng memboncengi kejadian-kejadian ini. Sehingga kami akan lakukan patroli ciber," tuturnya.

Atas kejadian ini, Truno berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan secara kekeluargaan. Serta saling memaafkan, apalagi momen bulan Ramadan dan lebaran tahun ini dapat menjadi berkah.

"Harapannya dengan Ramadan dan bulan berkah ini juga saling memaafkan. Sebenarnya kedua belah pihak sudah menyatakan untuk saling memaafkan ya," ucap Truno.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengonfirmasi bahwa ada anggotanya membuat laporan di Polda Jatim, menyusul kejadian cekcok di pintu keluar tol Satelit.

"Jadi yang melaporkan ada Satpol PP, ada polisinya, ada Linmas, jadi bukan Satpol PP saja yang melapor," kata Eddy.

Eddy menjelaskan saat peristiwa tersebut, pihaknya telah melakukan peneguran sesuai dengan SOP saat PSBB. Namun, Habib Umar Assegaf tidak terima dan mendorong anggota.

"Kita sudah coba melakukan edukasi, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan PSBB wajib pakai masker. Sementara mereka tidak memakai masker dan melebihi 50 persen kapasitas mobil," ujar dia.[]

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...