loading...

Kamis, 07 Mei 2020

Pengakuan Napi Asimilasi Tertangkap di Sleman | Makassar Info Berita Terbaru


Sleman - Dengan kepala tertunduk lesu di hadapan media, RA, 42 tahun, warga Sleman, Yogyakarta kembali berurusan dengan polisi. Narapidana (napi) yang bebas asimilasi ini tertangkap mencuri uang di sebuah toko kelontong Pasar Ngino, Margoagung Seyegan, Sleman.

Saat polisi kembali mengungkap kejahatannya, RA hanya bisa terdiam dengan borgol yang melingkar di tangannya. Meskipun RA mengaku kapok dan menyesali apa yang dia perbuat, kejahatan RA di mata hukum harus dibayar.

Alasan mengapan RA kembali mengulangi tindak kriminal dengan cara mencuri, karena sejak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Sleman (Lapas Cebongan) pada 4 April 2020, RA belum memiliki pekerjaan yang cocok dengan minatnya. Jangankan uang, biaya makan sehari-hari saja, RA masih menumpang orang tuanya.

"Belum punya pekerjaan setelah keluar dari lapas. Saya dulu divonis 7 bulan terus menjalani hukuman 6 bulan setelah itu asimilasi satu bulan pada 4 april 2020," kata pengakuan RA kepada wartawan, Kamis, 7 Mei 2020.

Selama di Lapas, RA menerima banyak pelatihan. Namun pelatihannya tersebut tidak bisa dimanfaatkan di kehiduapnnya setelah bebas. "Pelatihan di lapas banyak sekali. Kenapa tidak dimanfaatkan, di sana kebanyakan kerohanian," ucapnya.

Kapolsek Seyegan Ajun Komisaris Polisi Samidi mengungkapkan, RA diketahui melakukan pencurian uang di sebuah toko kelontong di Pasar Ngino Margoagung, Kecamatan Seyegan, milik Apriyanto, 32 tahun pada Minggu, 3 Mei 2020.

Pelatihan di lapas banyak sekali. Kenapa tidak dimanfaatkan, di sana kebanyakan kerohanian.

Total uang yang dicuri RA sebanyak Rp 1 juta dan merupakan uang pecahan. Uang tersebut tersimpan di dalam laci meja kasir toko yang tidak terkunci. "RA memanfaatkan situasi toko kelontong yang sedang sepi pemiliknya. Yang punya lagi pada istirahat di dalam rumah," kata AKP Samidi.

Peristiwa pencurian bermula saat RA ingin menukarkan sejumlah uang. Namun, pemilik toko tidak berada di lokasi, RA hanya bertemu dengan anak korban. Dalam aksinya, RA langsung memanfaatkan situasi saat toko sepi dan tidak dijaga.

napi asimilasi sleman1Kapolsek Sayegan Ajun komisaris polisi Samidi saat menunjukkan barang bukti hasil curian RA kepada wartawan (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

"Awalnya korban istirahat lalu terbangun karena ada anaknya mau menukarkan uang receh. Saat itu pelaku langsung memanfaatkan situasi. Pas anak dan korban kembali ke toko uang di dalam laci sudah hilang," ujarnya.

Korban Apriyanto langsung mengecek rekaman CCTV di tokonya dan mendapati seorang pria masuk toko lalu mengambil uang tersebut. Setelah itu korban melapor polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap RA pada Senin, 4 Mei 2020 di wilayah Turi, Sleman.

Dari penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa uang hasil curian sebesar Rp.675 ribu, sebelas bungkus rokok yang dibeli dari uang hasil curian dan satu unit motor matic yang digunakan pelaku saat melakukan kejahatan.

Kepada petugas, RA mencuri karena adanya kesempatan. Saat toko sepi timbul niat jahat untuk memanfaatkan situasi. RA mengaku melakukan tindak pencurian karena himpitan ekonomi.

"Pengakunya ingin nukar uang sama beli rokok, tapi karena ada kesempatan akhirnya mencuri. Tapi kami tidak percaya begitu saja," kata dia.

Saat dilakukan penyidikan mendalam, RA juga merupakan napi asimilasi Lapas Cebongan, Sleman ini juga terlibat kasus pencurian uang di wilayah Sleman bagian lain. Akibat kejahatannya, pelaku disangkakan pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. []

Baca Juga:

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...