loading...

Kamis, 21 Mei 2020

Manfaat Konsumsi Santan Selama Lebaran | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta - Santan yang kerap dicampurkan ke dalam menu masakan sehari-hari, termasuk saat momen Idul Fitri atau lebaran sering dianggap tidak baik untuk kesehatan. Tetapi siapa sangka, cairan yang berasal dari buah kelapa ini memiliki banyak manfaat. 

Santan mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga kaya akan kalori, inilah yang seringkali membuatnya dianggap sebagai penyebab meningkatnya kadar kolesterol jahat dan penambah berat badan.

Namun, cairan kental penambah cita rasa makanan ini juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, berikut Tagar berikan ulasan mengenai manfaat santan untuk kesehatan.

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Riset menunjukkan jika asam laurat yang merupakan asam lemak dalam kelapa memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Kandungan tersebut mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, riset mengenai efek antimokroba dari asam laurat yang ada pada santan kelapa dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.

Dalam riset tersebut, peneliti mengisolasi berbagai strain bakteri dan memaparkannya pada asam laurat dalam cawan petri dan menemukan asam laurat efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Streptococcus penumoniae, dan Mycobacterium tuberculosis.

Riset juga membuktikan asam laurat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dalam proses tersebut nantinya asam laurat akan merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel.

2. Menurunkan Berat Badan

Santan mengandung trigliserida rantai menengah (MCT) yang justru bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini dapat disebabkan karena MCT mampu merangsang energi melalui proses yang disebut termogenesis atau produksi panas.

Beberapa penelitian menunjukkan MCT berfungsi mengurangi berat badan serta ukuran pinggang. Kandungan tersebut juga bisa menyeimbangkan mikrobiota usus yang tidak stabil. Jika mikrobiota usus kurang stabil bisa memicu obesitas.

Riset tahun 2015 membuktikan pria obesitas yang mengonsumsi MCT saat sarapan bisa menjadi pemicu berkurangnya asupan makanan di kemudian hari.

Sedangkan, riset tahun 2018 juga menjelaskan MCT bisa meningkatkan sensifitas insulin yang mendorong penurunan berat badan. Ini disebabkan karena insulin merupakan hormon penting yang memecah glukosa dan mengontrol gula darah.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Inilah yang membuat santan seringkali diklaim sebagai makanan penyebab masalah kesehatan tersebut.

Namun, sumber lemak jenuh yang berbeda bisa mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Selain itu, genetika juga menentukan bagaimana seseorang memetabolisme lemak jenuh dan dampak lemak jenuh pada kesehatan.

Sebuah riset yang meneliti 60 pria terbukti mampu menurunkan tingkat kolesterol jahat dengan konsumsi santan. Dalam penelitian ini membuktikan santan lebih baik dibandingkan dengan susu kedelai. 

Cairan tersebut juga mampu meningkatkan kolesterol baik sebesar 18 persen daripada kedelai yang hanya mampu menaikan sebesar 3 persen. Sebab, asam laurat pada kelapa bisa mengurangi aktivitas reseptor untuk membersihkan kolesterol jahat (LDL) dari darah. []

Baca juga:

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...