loading...

Kamis, 21 Mei 2020

Jumlah yang Reaktif Rapid Test Massal di Kulon Progo | Makassar Info Berita Terbaru


Kulon Progo - Dinas Kesehatan Kulon Progo dalam dua hari ini menggelar rapid test massal Corona untuk mencegah penularan virus tersebut di Bumi Binangun. Rapid test massal menyasar pedagang pasar, karyawan swalayan dan juga pengunjung pasar dan swalayan yang diambil secara acak.

Tes cepat yang dilakukan selama 2 hari itu dari 500 target spesimen, sebanyak 395 spesimen berhasil diuji. Hasilnya ada tujuh orang dinyatakan reaktif. Rinciannya pada hari pertama ditemukan tiga yang reaktif dan hari kedua dari 217 yang mengikuti ditemukan empat yang reaktif.

Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, mengatakan hari kedua dari empat orang yang dinyatakan reaktif masing-masing dua pedagang dan dua pengunjung pasar. Mereka yang hasil rapid test-nya reaktif sekarang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan menunggu pelaksanaan tes swab di RSUD Wates.

"Rapid test massal di Kulon Progo sudah digelar sejak Selasa 19 Mei 2020 kemarin. Sasaran utama kegiatan ini adalah pedagang pasar, karyawan swalayan dan beberapa pengunjung pasar maupun swalayan. Hingga hari kedua ini selesai 395 sampel spesimen sudah diuji dengan total 7 orang reaktif," ujar Baning di Kulon Progo, Rabu 20 Mei 2020.

Pelaksanaan rapid test di lima lokasi yang berbeda, yakni di Puskesmas Wates, Puskemas Sentolo 2, Puskesmas Pengasih 1 dan dibantu Puskesmas Pengasih 2, serta Labkesda Kabupten Kulon Progo dan Pasar Wates.

Hingga hari kedua ini selesai 395 sampel spesimen sudah diuji dengan total 7 orang reaktif.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan, rapid test massal Covid-19 tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan menekan angka penularan Coronavirus di Kulon Progo. Dengan adanya empat hasil reaktif pada hari kedua, maka tindak lanjut yang diambil adalah mengupayakan tracing kepada mereka.

"Dari tracing tersebut nantinya bisa diketahui seperti apa riwayat perjalanan maupun orang yang kontak erat dengan yang bersangkutan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, penting bagi masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan penanganan Covid-19. Tidak hanya itu, juga sebaiknya tidak melakukan stigma kepada warga yang dinyatakan reaktif maupun positif. 

"Yang menakutkan sebenarnya adalah stigma dari masyarakat umum. Seharusnya tidak perlu mengucilkan mereka, namun yang harus dilakukan adalah mendukung dan menguatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Rohanini, 51 tahun, seorang pedagang ayam potong di pasar Bendungan, Kalurahan Wates mengatakan, pandemi Korona membuat para pedagang pasar resah karena penyebarannya tidak diketahui. Apalagi pasar merupakan tempat orang berkumpul, dan ada juga sales dari berbagai daerah yang cukup intens interaksi.

Dia menambahkan, jika di antara mereka ada yang reaktif apalagi positif, tentu akan membuat resah. "Ya kami takut juga, apalagi ada kasus Indogrosir. Karena itu perlu ikut tes ini," kata Rohaini.

Rohanini menjelaskan, sejauh ini para pedagang di pasar bendungan, sudah berupaya mengantisipasi penularan dengan menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19. "Meski baru sebatas memakai masker dan sering mencuci tangan," ungkapnya. []

Baca Juga:

Berita terkait



Sumber : Tagar.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...