loading...

Jumat, 22 Mei 2020

China Pasrahkan Laju Ekonomi, Ketidakpastian Corona Meningkat | Makassar Info Berita Terbaru


Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China tidak akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini di tengah ketidakpastian besar akibat pandemi virus corona. Negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia ini mencatat penurunan PDB pada kuartal I atau kontraksi pertamanya sejak 1976 silam.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan ada faktor-faktor yang sulit diprediksi karena ketidakpastian besar yang disebabkan penyebaran covid-19. "Yakni, perdagangan dunia dan lingkungan ekonomi," ujarnya dilansir CNN.com, Jumat (22/5).

Tahun lalu, China menargetkan pertumbuhan ekonominya bisa menyentuh 6 persen-6,5 persen. Dalam 30 tahun terakhir, laju ekonomi terendah China ada di posisi 6,1 persen.


Namun, pandemi corona yang terjadi lebih dari tiga bulan di sebagian besar kota di China telah memukul ekonomi Negeri Tirai Bambu. Pada kuartal I lalu, PDB China menyusut 6,8 persen. Puluhan juta orang terpaksa kehilangan pekerjaan mereka. Bahkan, analis setempat curiga masalah pengangguran di China lebih besar ketimbang data yang dilaporkan pemerintahnya.

Tidak cuma itu, China juga menghadapi tekanan eksternal. Pandemi corona yang terjadi di lebih dari 150 negara di dunia membuat permintaan pengiriman barang dari China menurun. Sektor ekspor China disebut terbebani sangat berat.

Belum lagi, perang dagang yang berkobar kembali antara China dengan Amerika Serikat (AS) ikut meningkatkan kekhawatiran.

Li mengumumkan pemerintahannya tidak 'ngoyo' dengan target ekonomi tahun ini dalam pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional.

Selain pengumuman itu, ia juga menyampaikan China akan mengeluarkan surat utang atau obligasi khusus untuk menangani pemulihan ekonomi sebagai dampak corona.
China berencana menerbitkan obligasi senilai 3,75 triliun yuan atau US$526 miliar demi mendongkrak belanja atau pengeluaran.

Dana segar dari surat utang khusus itu akan digunakan untuk mengongkosi pengeluaran infrastruktur dalam pembangunan ekonomi setelah dilanda pandemi covid-19.

"China akan menerbitkan 3,75 triliun yuan dalam bentuk obligasi pemerintah khusus tahun ini," jelasnya.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,6 triliun yuan.

Menurut Li, dana yang dihimpun akan digunakan sebagai modal proyek, dengan prioritas, belanja barang untuk infrastruktur baru.

Sebelumnya diberitakan, fokus Pemerintah China dalam rangka pemulihan ekonomi usai covid-19 adalah pengeluaran fiskal. Selain itu, untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. Ditargetkan, 9 juta lapangan kerja tercipta melalui program pemulihan.

China sendiri berencana mengerek defisit fiskalnya menjadi 3,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini. Defisit itu lebih lebar ketimbang tahun lalu yang sebesar 2,8 persen.

[Gambas:Video CNN]

(bir)



Sumber : CNNindonesia.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...