loading...

Selasa, 07 April 2020

14 Hari Setelah DPRD Sulsel Setujui Anggaran Corona Rp 500 Miliar | Makassar Info Berita Terbaru


Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle menyampaikan kritiknya atas aksi dan tindakan pemerintah yang dinilai lambat mengatasi masalah wabah Corona COVID-19 di Sulsel.

Dalam sebuah tulisannya, Selle mengungkapkan bahwa 14 hari setelah DPRD Sulsel menyetujui refocusing APBD sebesar Rp 500 miliar untuk penanganan Corona, banyak yang belum terwujud.

Beberapa kritik yang dia sampaikan adalah belum kelihatan jelas gerakan pemerintah melakukan pembagian masker gratis kepada warga, padahal UMKM siap untuk memproduksi masker tersebut.

Editor Pick

"Begitupun alkohol hasil produksi siswa atau mahasiswa sudah melimpah untuk bahan dasar pembuatan hand sanitaizer," kata dia.

"Kita sudah membayangkan Pemprov sudah memberi pernyataan resmi bahwa alat rapid test yang dipesan beberapa hari lalu, Alhamdulillah sudah tiba tadi malam. Olehnya itu, sudah siap dilakukan pemeriksaan atau secrening kesehatan dgn rapid test secara massif, dan langkah pertama diprioritaskan daerah yang zona merah," terang dia.

Namun, kata dia, semua itu masih sebatas membayangkan saja. Berikut selengkapnya tulisan Selle KS Dalle yang tersebar di media sosial:

14 HARI SETELAH DPRD PROVINSI SULSEL SETUJUI REFOCUSING APBD 500 M

Di kota ini atas support dr pemprov, kita sdh mbayangkan ada kegiatan iring2n patroli gabungan satpol pp, polisi dan petugas kesehatan yg keliling secara terjadwal dr pagi hingga dinihari mulai represif mengarahkan orang yg berkumpul nogkrong u bubar, begitupun warga lain yg masih wara-wiri tanpa urusan yg sgt penting agar semua balik ke tempat tinggal masing-masing. 

Kita sdh membayangkan pemkot dan sejumlah pemkab atas support dr pemprov melalui seluruh jajaran struktur pemerintahan sdh bergerak membagi masker gratis kepada warga hasil produksi UMKM. Begitupun alkohol hasil produksi siswa/mahasiswa sdh melimpah untuk bahan dasar pembuatan handsanitazer/disinfektan. 

Kita sdh membayangkan pemprov bersama pemkot dan pemkab menyampaikan sejumlah fasilitas umum yg akan dibuatkan wadah cuci tangan oleh pemerintah namun selain itu masih terdapat juga sejumlah titik fasilitas umum lainnya yg tdk bisa disiapkan lgsg oleh pemerintah. 

Olehnya itu diharapkan seluruh pihak swasta baik para pengusaha, perorangan, kelompok atau organisasi lainnya untuk mengambil bagian dalam gerakan peyediaan wadah cuci tangan ini. Adapun titik fasilitas umum yang sangat diharapkan ada pihak yang segera menyiapkan wadah cuci tangan sebagai berikut (daftar terlampir, akan diumumkan melalui media). Semua pihak yg berpartisipasi dalam gerakan ini akan diapresiasi khusus oleh pemerintah.

Kita sdh membayangkan pemprov sdh memberi pernyataan resmi bahwa alat rapid test yang dipesan beberapa hari lalu, Alhamdulillah sudah tiba tadi malam.

Olehnya itu sdh siap dilakukan pemeriksaan atau secrening kesehatan dgn rapid test secara massif. Untuk langkah pertama akan diprioritaskan daerah yg zona merah menyusul sejumlah tempat lain yg berpotensi menjadi titik penyebaran baru. Dua atau tiga hari ke depan mgkn akan tiba lagi rapid test dalam jumlah yg lbh banyak lagi. Kepada seluruh warga percayalah pemerintah provinsi bersama pemerintah kota dan pemkab lainnya akan terus berupaya untuk mencover sebanyak-banyaknya yg diperiksa dengan rapid test. Termasuk akses pemeriksaan swab semua atas fasilitas pemerintah

Kita sdh membayangkan pemprov memberikan pernyataan resmi bahwa u memperkuat rumah sakit rujukan yg sdh ditunjuk khusus bg layanan pasien positif korona bbrp hari lalu kita sdh pesan sepuluh unit ventilator namun setelah dipikir ulang hal tsb masih jauh dr memadai olehnya itu kami sdh susulkan permintaan tambahan menjadi 50 unit. Mudah2n alat ventilator yg kita pesan ini tdk terpakai namun jika perkembangan situasi ke depan dibutuhkan pun pemerintah sdh mengantisipasinya.

Kita sdh membayangkan pemprov sdh mengeluarkan pernyataan resmi yg bisa membuat seluruh tenaga medis, dokter dan paramedis menjadi tenang dan focus bekerja mengenai kelangkaan APD mulai dr pakaian hazmat atau pakaian dekontaminasi, masker standar serta handscoon (sarung tangan) dll bahwa inshaa Allah mulai besok sdh tertangani dengan baik. Kita sdh berkoordinasi dgn sejumlah pihak yg bergerak pada bidang produksi dan pengadaan jenis APD tsb, Alhmdllh semua siap mensuplay kebutuhan APD tenaga kesehatan kita. Begitupun sejumlah kelompok relawan, kita sdh berkoordinasi mereka siap membantu, semua karena atas nama kemanusiaan, semua ini karena demi keselamatan dan ketenangan dalam bekerja tenaga kesehatan kita di garda depan medan perang melawan korona.

Kita juga sdh membayangkan pemprov konferensi pers menyampaikan bahwa setelah berkoordinasi dgn seluruh kepala daerah dalam rangka mengantisipasi gelombang pemudik bbrp hari ke depan –yg meskipun sdh dihimbau u tdk mudik akan tetapi mgkn tidak sedikit yg sdh tdk bisa mengurungkan hajatannya untuk mudik– maka dengan tegas untuk dan atas nama keselamatan, kesehatan kita semua mereka para pemudik akan dilakukan karantina selama 14 hari. Adapun lokasi tempat karantina yg sdh disiapkan masing-masing kepala daerah adalah sejumlah hotel dan penginapan serta sejumlah rumah warga (denah peta lokasi, nomor kontak person lengkap masing2 daerah kab/kota). Dalam hal layanan para pemudik selama karantina, pemerintah membuka diri menerima partisipasi warga dalam banyak hal termasuk bagi putra-putri terdidik yg siap menjadi tenaga relawan.

Bahwa saat ini pemprov sdh menunjuk Toko Tani u tempat pembelian kebutuhan pokok dgn sistim layanan antar gratis atas kerja sama gojek namun hal ini pasti masih jauh dari memadai. Olehnya itu kitapun membayangkan setelah pemprov berkoordinasi dgn pemerintah pusat melalui kementerian sosial, kementerian pertanian dan kementerian perdagangan kami akan lakukan operasi sembako murah dgn sistim layanan antar pula. Adapun teknisnya pesanan pembelian disampaikan melalui seluruh RT/RW, nanti layanan antar barangnya dalam bentuk paket sesuai nama warga calon pembeli/pemesan dan jenis/item barang pesanan yg sdh dititip melalui RT/RW. Mekanisme pembelian secara tdk langsung melayani pembelian oleh warga ini dilakukan guna tetap menjaga social distancing dan phisycal distancing. Kami berharap seluruh RT/RW pada situasi darurat kekarantinaan kesehatan ini atas pendampingan dan pengawasan secara ketat lurah dan camat setempat mperlihatkan kesungguhan dan keseriusannya mengurus warganya yg lagi kesusahan. Program ini atas kerjasama apik antara pemerintah pusat, pemprov dan pemerintah daerah. Untuk saat ini, sementara masih sebatas operasi sembako murah, ke depan pemprov akan terus berupaya sekali lagi ini baru usaha ya, bahwa pada waktu-waktu tertentu akan dilakukan pembagian sembako secara gratis.

Kita membayangkan menjadi benar2 nyata provinsi yg kita cintai ini adalah provinsi pertama dr 34 provinsi di republik ini yg dinyatakan (bukan klaim sendiri ya) oleh otoritas yg paling berwenang mengumumkan bahwa sudah terbebas dari wabah covid-19 olehnya itu denyut kehidupan keseharian semua lini akan kembali bergerak secara normal.

Hmmmm sayang seribu sayang karena semua diatas hanya sebatas bayangan…



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...