loading...

Minggu, 29 Maret 2020

Sepenggal Cerita Awak Kabin Mengudara di Tengah Pandemi Covid-19 | Makassar Info Berita Terbaru


DALAM kurun waktu beberapa minggu ini, pembicaraan di sekitar kita hampir selalu didominasi oleh topik Covid-19 atau virus Corona.

Semua media menjadikan Covid-19 sebagai "bintang" di kalangan masyarakat, terlebih di jejaring sosial. Jika awal Februari 2020 lalu Covid-19 masih terasa jauh dari jangkauan, maka dalam hitungan beberapa minggu kemudian virus ini sudah berada di sekitar kita.

Sangat dekat, siapa pun dapat terpapar. Tentunya kita harus memahami dan mengikuti perkembangan informasi tentang virus ini.

Kita menjadi saksi sejarah bagaimana mikroorganisme ini menghajar berbagai sektor industri di dunia, tidak terkecuali industri penerbangan.

Sebagai awak kabin, kami melihat sendiri bagaimana Covid-19 mengubah perilaku penumpang. Banyak orang kini menjadi lebih sadar akan lingkungan di sekitar mereka.

Dalam hitungan hari, semakin banyak penumpang yang mengenakan masker, sarung tangan, menjaga jarak (physical distancing), bahkan membersihkan kursinya setiba di pesawat.

Tidak sedikit pula dari mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk membatalkan penerbangan.

Ya, adalah bijaksana untuk menunda perjalanan di tengah kondisi seperti ini. Covid-19 telah mendisrupsi segala hal.

Dunia aviasi berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini.

Berbagai layanan dengan potensi penyebaran virus pun segera dihentikan. Tidak ada lagi handuk hangat, bantal atau layanan majalah. Semuanya lenyap seketika.

Majalah yang sering kita jumpai di setiap kantung kursi telah disentuh oleh ratusan penumpang, dan mungkin saja salah satu dari mereka membawa virus tersebut.

Maskapai harus berpikir kritis dan melakukan berbagai hal untuk menjaga agar penumpang tetap aman dari penyebaran virus ini.

Menjadi awak kabin di tengah pandemi ini tentunya adalah tantangan tersendiri. Setiap hari kami 'bersentuhan' dan bertatapan langsung dengan ratusan pelancong. Membantu mereka menyusun bagasi, menyajikan hidangan, hingga membantu membuangkan gelas dan bahkan tisu yang telah terpakai.

Sebagai awak kabin kami akan melakukannya dengan senyum terbingkai di wajah kami, menjaga penumpang supaya mereka tetap merasa aman dan nyaman meskipun ada kekhawatiran kecil di dalam hati.

Selain itu, melihat jumlah penumpang yang semakin hari semakin berkurang tentunya tidak kalah 'menakutkan' daripada virus itu sendiri. Less passengers means less flights, and less flights means less flight attendants.

Banyak maskapai di negara luar yang pada akhirnya terpaksa menghentikan penerbangan untuk sementara waktu dan berdampak pada kebijakan untuk merumahkan ribuan awak kabinnya.

Begitu superiornya virus ini hingga banyak sekali orang yang sudah merasakan efeknya tanpa harus terinfeksi.

Tidak semua orang memiliki privilege untuk bekerja dari rumah. Dan mereka yang tidak dapat merasakan kemewahan itu kemungkinan adalah orang pertama yang akan kehilangan pekerjaan atau bahkan mungkin nyawanya di tengah wabah ini.

Awak kabin, pilot dan staf bandara sadar betul bahwa mereka memiliki potensi untuk menjadi "super-spreaders".

Dalam satu bulan, seorang awak kabin dapat berpindah-pindah ke lebih dari sepuluh kota, bahkan negara.

Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya penyebaran wabah ini jika pelaku aktif di industri ini tidak memproteksi diri dengan baik.

Sebagaimana The New York Times melansir bahwa awak kabin adalah salah satu profesi paling berisiko untuk tertular Covid-19 yang tidak bisa dianggap enteng. Tertular dan menularkan.

Covid-19 adalah sejarah baru yang belum pernah terjadi. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana virus itu mengincar kita. Meski menyadari bahwa industri ini dalam krisis, namun kami tentunya juga ingin agar semua orang tetap selamat dan aman di rumah.

Mari menjaga keselamatan diri serta keluarga agar kita tetap aman. Please only travel if it's urgent.

Awak kabin akan tetap tersenyum melewati masa-masa sulit ini, menyapa untuk maskapai dan penumpang.

Kami telah dilatih untuk menjadi tangguh, namun kami tidak dapat melewati ini tanpa dukungan kalian semua.

Penulis : Adhi Rosseno (Awak Kabin Garuda Indonesia)



Sumber : Terkini.id

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...