loading...

Rabu, 25 Maret 2020

Ajiep Padindang Minta Gubernur Sulsel Perketat Masuknya Perantau Dari Malaysia | Makassar Info Berita Terbaru


SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyebaran Covid-19 di Sulsel terbilang cepat, sampai saat ini sudah ada 13 orang positif dan PDP 89 orang.

Berbagai langkah untuk memutus rantai penyebaran virus ini diharapkan bisa dilakukan semua pihak, agar korban tak semakin bertambah.

Salah satu Senator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI asal Sulsel, Ajiep Padindang meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk memperketat pintu masuk ke Sulsel. Menurutnya, yang paling urgen untuk diawasi dan diperketat adalah jalur pulang Orang-Orang Sulsel dari Malaysia.

"Para perantau atau keluarganya yang sering ke Malaysia harus diperketat dan bahkan jika perlu ditutup pintu masuknya ke Sulsel," kata Ajiep, Kamis (26/3/2020).

Iklan Honda

Untuk itu Senator yang sudah memasuki masa kerja dua periode itu, telah mengirim surat kepada Gubernur Sulsel, dan secara langsung diantar stafnya ke kantor gubernur pada Selasa 24 Maret 2020.

Beberapa catatan yang disampaikan Ajiep merupakan hasil pemantauan awal dan secara berkala akan terus memberikan informasi kepada Pemerintah daerah dan kepada Pimpinan DPD RI untuk diteruskan kepada Pemerintah Pusat.

"Kami buat laporan ke Jakarta setiap saat, " kata mantan Anggota DPRD Sulsel empat periode tersebut.

Ajiep Padindang mempunyai jaringan informasi melalui @JIP Community yang anggotanya tersebar di seluruh kabupaten bahkan sebagian besar kecamatan dan juga desa di Sulsel.

Selain itu, ia juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Sulsel, sudah berjalan baik. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sudah nampak, walau koordinasi masih harus ditingkatkan antar OPD provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dengan RSU Rujukan Pelayanan Virus Corona.

Berikut catatan dan permintaan Ajiep Padindang kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Tim Penanganan Covid 19 Sulsel :

1. Meminta Gubernur untuk menginstruksikan Para bupati/walikota yang daerahnya menjadi pintu masuk perantau dan keluarganya, memperketat pengawasan dan pemantauan mereka yang terlanjur sudah berada dikampung halamannya seperti Bone, Sinjai, dllnya.

2. Melaksanakan pengawasan secara ketat, bahkan jika perlu membuat Posko pada perbatasan antar daerah, khususnya perbatasan Provinsi Sultra di Watampone dan Wajo, serta Kabupaten Pinrang untuk perbatasan Provinsi Sulbar dan Kabupaten Luwu Utara untuk perbatasan dengan Sulteng dan Sultra.

3. Mengharapkan Gubernur Sulsel untuk meminta kepada petugas Imigrasi melaksanakan pengawasan dengan ketat bahkan pencekalan untuk mereka yang datang dari Malaysia melalui Jalur Tawau, Nunukan, Balikpapan masuk Parepare atau Barru. Kepada mereka yang terlanjur masuk agar diisolasi sesuai standar penanganan Virus Corona yang berlaku.

4. Mengajukan permintaan bantuan anggaran dan peralatan kesehatan kepada Pemerintah Pusat, mengingat banyaknya informasi akan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan serta obat2an di RSUD pelaksana rujukan. Sekaligus mengajukan permintaan anggaran (Bantuan Keuangan), sebab sesuai janji Menteri Keuangan RI, akan membantu anggaran daerah dalam penanganan COVID 19.

Editor: Asrul



Sumber : SULSELSATU.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...