loading...

Kamis, 16 Januari 2020

Wow Aktivitas Pergudangan Dalam Kota, Dinas Terkait Kembali Diuji Komitmennya dalam Penerapan Aturan | LiputanMakassar.com | Makassar Info Berita Terbaru


Advertisement

SULSELBERITA.COM. Makassar,- Larangan kegiatan pergudangan jelas tertera dalam Perwali Nomor 20 tahun 2011 tentang larangan Gudang dalam Kota, serta Perda nomor nomor 13 tahun 2009 tentang kawasan pergudangan terpadu, nampaknya tidak diindahkan pemilik bangunan diduga Gudang yang berada di Jln. Sultan Alauddin Makassar, depan GIANT Alauddin ini.

Dari pantauan tim investigasi, dikumpulkan data aktivitas bongkar muat berbagai jenis barang campuran, kerap terjadi di ruko berpagar tertutup ini. Indra selaku anak pemilik Lokasi ini saat dikonfirmasi mengaku mengantongi izin usaha resmi terkait aktivitas di lokasi ini.

"Itu bukan gudang pak, dan kami memiliki izin usahanya. Hanya saja kami tidak komersilkan karena terkendala biaya dan lokasi yang kerap macet dan sering ada demo" ungkapnya melalui pesan whatsapp.

Dari pantauan tim, diketahui pemilik gedung ini memiliki beberapa gudang di Kawasan Industri Makassar (Kima) dan toko bangunan serta Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV) yang tersebar di dalam kota Makassar.

"Makanya kalau alasan tidak ada biaya, berarti dia bohong. Karna ada PT sama CV-nya. Dia punya toko juga banyak cabangnya" ungkap Ilham.

Sementara salah satu sumber menyebutkan, kalau dibilang toko saya tidak yakin pak, karena gudang itu setiap masuk dan keluar kendaraan seperti Mobil truk, roda enam dan 10 pagarnya langsung ditutup, tidak pernah lama terbuka. Ucapnya

Ilham selaku ketua tim investigasi mengaku telah mengantongi beberapa dokumentasi terkait kegiatan bongkar muat barang di lokasi ini, dan akan segera melakukan pelaporan ke dinas perdagangan kota makassar, serta tembusan ke beberapa aktivis guna menyikapi laporan berbagai elemen masyarakat tersebut.

Laporan telah masuk di Lembaga kami beberapa waktu lalu, menyikapi hal tersebut kami buat tim investigasi guna menelusuri dan mengumpulkan data data tentang aktivitas di Lokasi ini.
Guna membantu pemerintah kota terkait penertiban kawasan pergudangan, maka kami akan segera melayangkan surat laporan ke Disperindag Kota Makassar, serta beberapa rekan aktivis, karena kegiatan bongkar muat barang campuran ini jelas telah melanggar perda nomor 20 tahun 2011 dan perda nomor 13 tahun 2009. Tegasnya

Penulis: Pangeran


Sumber : SULSEL BERITA

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...