Tiga hotel Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) yaitu Claro Makassar, Dalton Hotel dan Almadera Hotel kini mengantongi sertifikat dapur halal dari Lembaga Pengawasan Produk Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI). ⠀ CEO PHI, Anggiat Sinaga mengatakan sertifikat dapur halal yang dikantongi oleh tiga hotel PHI merupakan langkah nyata untuk membidik potensi wisata halal. ⠀ “Peraihan sertifikat ini sebagai respon atas predikat Sulsel sebagai provinsi unggulan wisata halal. Dengan langkah ini, juga mendorong hotel-hotel lain untuk segera mengejar sertifikat halal,” kata Anggiat, Senin, (8/7/2019). ⠀ Anggiat menyebutkan untuk bisa mendapatkan sertifikat dapur halal dari LPPOM MUI tidaklah rumit. Paling utama adalah semua menu harus sertifikasi halal, kamar hotel jelas kiblatnya, musholah tersedia, serta pada bulan ramadan ada paket buka puasa. Dengan begitu, lanjutnya, lebih muslim friendly. PHI ingin menyasar pasar berbeda dan menghadirkan perbedaan pasar sehingga tidak main di Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) saja, tapi juga potensi halal tourism. Direktur LPPOM MUI Sulsel, Tajuddin Abdullah mengatakan proses sertifikasi hotel Claro Makassar hanya memakan waktu sekitar tiga bulan dengan jumlah menu sebanyak 907. Sementara, Dalton hingga 460 menu dan Almadera melebihi 300 menu. ⠀ “Sertifikat halal ini merupakan bukti bahwa PHI benar-benar konsen dengan ini, karena tim audit kami memang memeriksa semuanya dari garam sampai yang besar. Kami cek semua, misal satu menu ada 10 bahan, kami cek semua bahan-bahan itu. Jadi Claro saja yang 907 menu hanya memakan waktu sekitar tiga bulan, jadi kalau hotel yang sedikit menunya bisa lebih sebentar,” jelasnya. Penulis: Sri Wahyudi Astuti Download with nice filename



Tiga hotel Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) yaitu Claro Makassar, Dalton Hotel dan Almadera Hotel kini mengantongi sertifikat dapur halal dari Lembaga Pengawasan Produk Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

CEO PHI, Anggiat Sinaga mengatakan sertifikat dapur halal yang dikantongi oleh tiga hotel PHI merupakan langkah nyata untuk membidik potensi wisata halal.

“Peraihan sertifikat ini sebagai respon atas predikat Sulsel sebagai provinsi unggulan wisata halal. Dengan langkah ini, juga mendorong hotel-hotel lain untuk segera mengejar sertifikat halal,” kata Anggiat, Senin, (8/7/2019). ⠀

Anggiat menyebutkan untuk bisa mendapatkan sertifikat dapur halal dari LPPOM MUI tidaklah rumit. Paling utama adalah semua menu harus sertifikasi halal, kamar hotel jelas kiblatnya, musholah tersedia, serta pada bulan ramadan ada paket buka puasa.

Dengan begitu, lanjutnya, lebih muslim friendly. PHI ingin menyasar pasar berbeda dan menghadirkan perbedaan pasar sehingga tidak main di Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) saja, tapi juga potensi halal tourism.

Direktur LPPOM MUI Sulsel, Tajuddin Abdullah mengatakan proses sertifikasi hotel Claro Makassar hanya memakan waktu sekitar tiga bulan dengan jumlah menu sebanyak 907. Sementara, Dalton hingga 460 menu dan Almadera melebihi 300 menu.

“Sertifikat halal ini merupakan bukti bahwa PHI benar-benar konsen dengan ini, karena tim audit kami memang memeriksa semuanya dari garam sampai yang besar. Kami cek semua, misal satu menu ada 10 bahan, kami cek semua bahan-bahan itu. Jadi Claro saja yang 907 menu hanya memakan waktu sekitar tiga bulan, jadi kalau hotel yang sedikit menunya bisa lebih sebentar,” jelasnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar