Polisi Bantah Ada Penembakan Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar | LiputanMakassar.com


RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, membantah jika terjadi penembakan terhadap warga sipil saat pembubaran balap liar di Jalan Cenderawasih beberapa waktu lalu. 

"Gak ada penembakan atau salah tembak, tidak ada laporannya masuk di Polrestabes Makassar," tegas kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, kepada Rakyatku.Com. 

Katanya, waktu hari Minggu kemarin, ada laporan masuk di SPKT Polrestabes Makassar, namun bukan korban salah tembak atau penembakan. "Yang ada laporan dugaan penganiayaan, dan masih kita selidiki sekarang bukan laporan salah tembak atau penembakan," lanjutnya.

Terpisah, kakak kandung korban, Muhamad Amirullah (20), yang mengaku adiknya menjadi korban salah tembak oleh oknum polisi saat membubarkan balapan liar di Jalan Cenderawasih, mengaku sudah melapor ke Polrestabes Makassar terkait adiknya jadi korban penembakan, yang menyebabkan adiknya meninggal dunia. 

"Saat adik saya dirawat di RS Bhayangkara, saat itu itu juga saya melapor ke Polrestabes Makassar. Polisi janji 12 jam, pelakunya ditangkap. Tetapi sampai sekarang belum ada hasil," bebernya. 

Sebelumnya diberitakan, remaja berinisial SS (16), warga Perkampungan Hollywood Jalan Nuri Baru, Kecamatan Mariso, Kota Makassar menjadi korban salah tembak oleh oknum polisi, yang berniat membubarkan pebalap liar di Jalan Cenderawasih beberapa waktu lalu. 

Pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini, mangalami luka tembak di bagian kiri kepala belakangnya, dan empat hari dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Ia mengembuskan nafas terakhirnya kemarin, Kamis (17/5/2019). 

Kakak kandung korban Muhamad Amirullah (20) yang berada di lokasi, saat adiknya tersebut tertembak mengatakan, kejadiannya terjadi sekitar subuh. Ia berboncengan tiga bersama adiknya dan temannya Fadli (21), posisi korban berada di tengah, dan tidak menggunakan helm.

Loading...

Katanya, saat polisi membubarkan pebalap liar, ia bersama adiknya tersebut kebetulan lewat di Jalan Cenderawasih. Karena takut apalagi ia berboncengan tiga, ia kemudian berusaha gas motornya menghindari polisi. 

"Saya lihat ada konvoi sepeda motor yang dibubarkan oknum Polisi. Jadi kami terkejut, jadi saya putar balik motor, untuk pulang kembali ke rumah," katanya. 

Namun, polisi tersebut kata dia, melaju sangat kencang dan posisi polisi dengan motornya tepat berada di belakangnya. Tidak lama setelah itu terdengar suara letusan tembakan, kepala adiknya pun mengeluarkan darah setelah terjadi suara tembakan itu. 

"Teman yang paling belakang duduknya, kode saya, ada di belakang itu polisi. Jadi na bilang balapki, tidak lama terdengar suara letusan. Langsung ka na kode teman ku bilang kennna tembakan adikmu," jelasnya. 

Seketika dia menancap gas motornya menuju rumah tantenya di Jalan Nuri Baru Perkampungan Holywood, Makassar, untuk memberitahukan kejadian yang dialami adiknya.

"Jadi saya bawa ke rumah tante di Kampung Hollywood itu, sudah terang itu waktu. Jadi keluar semua tetangga na bilang bawa cepatmi bawa ke Bhayangkara, jadi saya bawami adikku pake motor awalnya. Tetapi saya pikir pasti masih ada Polisi di sekitar Cenderawasih jadi saya ambil Pete-pete di Sekitar Jembatan merah," tutupnya.



Sumber : Rakyatku.Com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar