Misteri Kematian Gadis Penyadap Karet, Korban Tulis Nama Pembunuh di WA | LiputanMakassar.com


RAKYATKU.COM, BATENG - Dwi Santoso (31) sangat kesal. Gadis penyadap karet, Nurmaella alias Ella Perlang, terus mengejar-ngejarnya. Padahal, dia sudah punya pacar.

Minggu, 12 Mei 2019, Dwi dan Ella mulai bertengkar sekitar pukul 20.00 WIB di Simpang Tiga Tanjung Langkah, Kelurahan Padang Mulya Koba, Bangka Tengah (Bateng).

"Kesal dimarah-marahi Ella Perlang, Dwi nekat pukul Ella Perlang di mukanya lalu mencekiknya menggunakan Jilbab Ella," ungkap Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang melalui Kasat Reskrim AKP Robby Ansyari, Jumat, 17 Mei 2019.

Melihat Ella sudah meninggal, Dwi membawa mayat ke Pantai Alew, lalu membuangnya ke tengah laut sekitar pukul 24.00 WIB. 

Namun, mayat Ella kemudian dibawa ombak kembali ke pantai, dan ditemukan oleh seorang warga bernama Darwan.

Awalnya, polisi kesulitan mengungkap pembunuh. Polisi melakukan penyempitan ke orang terdekat korban.

Di akun WhatsApp korban, tertulis nama "Dwi" lengkap dengan tanda love berwarna merah.

Loading...

Polisi kemudian menginterogasi Dwi Santoso. Namun pria tersebut terus mengelak.

Polisi terus mencari bukti yang membuat Dwi tak bisa lagi mengelak. Dia mengaku. "Dia terus mengejar-ngejar saya pak," ungkapnya.

Dwi dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup. "Paling sedikitnya 20 tahun penjara," ujar AKBP Edison.

Adapun barang bukti yang di amankan yakni 1 Unit Kendaraan Roda dua Merk Yamaha Vixion BN 2856 VN warna abu-abu, 1 unit HP Samsung Duos warna hitam, 1 helai baju korban, 1 helai baju pelaku.

"Pelaku sendiri merupakan warga Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, bekerja di Kecamatan Koba," pungkasnya.

Korban sendiri adalah gadis penyadap karet asal Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar.



Sumber : Rakyatku.Com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar