Menjelang bulan Suci Ramadan, Dinas Sosial Kota Makassar menjaring gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta Anak jalanan (Anjal) di beberapa sudut jalan Kota Makassar, Senin 6 Mei 2019. Dalam penertiban tersebut sebanyak 30 Gepeng dan Anjal berhasil ditertibkan di beberapa titik antara lain di Jalan Veteran, Jalan DR Ratulangi, Jalan Arief Rate, Pantai Losari, dan Jalan AP Pettarani. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Akhmad Namsum mengatakan, Gepeng dan Anjal yang terjaring kali ini tak akan langsung dibiarkan pulang. ⠀ Menurut Dia mereka akan diinapkan terlebih dahulu di Posko bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah diinapkan, mereka akan diserahkan langsung ke lembaga-lembaga pemberdayaan. Masih kata Dia, mereka yang terjaring pun rata-rata berasal dari luar Makassar. Kebanyakan dari mereka berasal dari Gowa, Takalar, dan Jeneponto. ⠀ “Ini rata-rata dari luar. Banyak dari Takalar, Jeneponto, Gowa. Kami akan cari akar-akarnya. Kalau kami lihat ada yang perlu diberdayakan, kita carikan solusinya untuk tidak lagi tergiur jadi gepeng dan anjal lagi,” jelasnya. ⠀ Ia juga menduga dari data yang dihimpun, ada oknum yang sengaja menyuplai para anjal dan gepeng ini. Hingga saat ini bahkan telah diketahui ada tujuh oknum yang melakukan hal itu. Datanya pun dikatakan Akhmad akan dipelajari lebih lanjut, bahkan jika masih ada ditemukan lagi, dirinya akan menindaklanjuti kembali. ⠀ “Kami akan surati dan panggil ke tujuh orang ini untuk membicarakan masalah ini. Kalau mereka nanti tidak mengindahkan, kami akan pikirkan langkah selanjutnya,” tegas Akhmad. Download with nice filename



Menjelang bulan Suci Ramadan, Dinas Sosial Kota Makassar menjaring gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta Anak jalanan (Anjal) di beberapa sudut jalan Kota Makassar, Senin 6 Mei 2019.

Dalam penertiban tersebut sebanyak 30 Gepeng dan Anjal berhasil ditertibkan di beberapa titik antara lain di Jalan Veteran, Jalan DR Ratulangi, Jalan Arief Rate, Pantai Losari, dan Jalan AP Pettarani.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Akhmad Namsum mengatakan, Gepeng dan Anjal yang terjaring kali ini tak akan langsung dibiarkan pulang.

Menurut Dia mereka akan diinapkan terlebih dahulu di Posko bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah diinapkan, mereka akan diserahkan langsung ke lembaga-lembaga pemberdayaan.

Masih kata Dia, mereka yang terjaring pun rata-rata berasal dari luar Makassar. Kebanyakan dari mereka berasal dari Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

“Ini rata-rata dari luar. Banyak dari Takalar, Jeneponto, Gowa. Kami akan cari akar-akarnya. Kalau kami lihat ada yang perlu diberdayakan, kita carikan solusinya untuk tidak lagi tergiur jadi gepeng dan anjal lagi,” jelasnya.

Ia juga menduga dari data yang dihimpun, ada oknum yang sengaja menyuplai para anjal dan gepeng ini. Hingga saat ini bahkan telah diketahui ada tujuh oknum yang melakukan hal itu.

Datanya pun dikatakan Akhmad akan dipelajari lebih lanjut, bahkan jika masih ada ditemukan lagi, dirinya akan menindaklanjuti kembali.

“Kami akan surati dan panggil ke tujuh orang ini untuk membicarakan masalah ini. Kalau mereka nanti tidak mengindahkan, kami akan pikirkan langkah selanjutnya,” tegas Akhmad.

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar