Kepercayaan Masyarakat Terhadap RSUD Jeneponto Telanjur Menurun | LiputanMakassar.com


RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jeneponto sudah dibuka. Hanya saja belum ramai, pasca kekosongan obat dan tidak masuknya sejumlah dokter.

Pelaksana tugas Direktur RSUD Jeneponto, drg Bustamin mengatakan, dibukanya layanan RSUD Jeneponto tidak serta merta membuat pasien berbondong-bondong berobat ke rumah sakit, karena tingkat kepercayaan masyarakat menurun.

"Jadi layanan sudah dibuka hanya masyarakat tidak serta-merta berbondong-bondong ke rumah sakit. Namanya tingkat kepercayaan masyarakat turun sama sekali, sehingga mereka hilang kepercayaan untuk kembali ke rumah sakit untuk berobat," kata Bustamin.

Menurutnya, pasien lebih memilih ke tempat lain. Karenanya, pihaknya sementara melakukan pembenahan. 

"Walaupun dibuka, mereka (pasien) masih ragu-ragu. Mengubah image itu butuh waktu," lanjutnya.

Ia mencontohkan, sama kalau membuka klinik. Biasa saat pertama kali dibuka tidak ada orang datang.

Untuk sementara, pasien rawat inap di Rumah Sakit Lanto Dg Pasewang, baru 7 orang dan masih butuh waktu memulihkan kondisi rumah sakit.

"Untuk rawat inap sudah ada 7 orang di rumah sakit. Buktinya kemarin ada. Saya kira kepercayaan saja, butuh waktu untuk memulihkan rumah sakit, walaupun kita buka kalau orang tidak mau datang mau dipaksakan kan tidak bisa dipaksa," sebutnya.

Ia menambahkan, kalau pun ada pasien yang dipulangkan, mungkin karena tingkat keparahannya dan tidak terlalu parah. Dan sepertinya tergantung dari pertimbangan dokternya juga. Apalagi tingkat keahlian terbatas, seperti ahli bedah tulang.

Loading...

"Jadi tergantung dari pertimbangan dokternyanya karena persediaan layanan kita terbatas dokter ahlinya yang tidak ada mau dipaksakan dirawat malah meninggal nanti seperti itu. Dan kalau orang patah tulang atau ortho namanya kita belum ada spesialis. Jadi harus dilaksanakan di rumah sakit yang lebih berkompoten," lanjutnya.

Kalaupun ada pasien tambah dia, dilakukan observasi tentu diperhatikan tingkat dari pada kesehatan pasien, apakah menurun atau bagaimana. 

"Kalau semakin membaik tentu dibawa pulang, kalau semakin memburuk kemungkinan ternyata harus ada spesialis untuk dirujuk," ungkapnya.

Kalau pasien tidak dirujuk kata dia, dimungkinkan sudah membaik dan tingkat bahayanya kurang. 

"Bukan berarti tidak bisa dirawat inap, cuma harus dilihat tergantung penyakitnya dan tergantung kemampuan kita merawatnya," bebernya.

Bustamin mengaku sementara mempelajari dimana lagi sumbatannya. Menurutnya, bukan yang tampak saja dicari akar masalahnya.

"Tidak hanya dilihat dari gejalahnya saja toh, yang nampak kita sudah benahi, besok muncul, besok muncul lagi. Kalau akar permasalahan yang kita selesaikan tidak akan ada lagi  muncul seperti itu," pungkasnya.



Sumber : Rakyatku.Com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar